2 Timah Panas Bersarang di Tubuh Jairin Siagian Usai Serang Polisi

oleh -2.430 views
Pelaku penikaman dan polisi yang menajadi korban saat dirawat di rumahsakit, Rabu (03/6/2020). (orbitdigitaldaily.com/Bernard Tampubolon)

TOBA – Tak tahan lagi kerap mendapat perlakuan kekerasan alias KDRT dari suaminya, Desminar Panjaitan, seorang ibu rumah tanggatangga Desa Maju, Kecamatan Sigumpar berniat akan membuat laporan kekerasan yang dialaminya ke pihak aparat kepolisian.

Didampingi kepala desa setempat, Beman Siagian pada Selasa (02/6/2020) keduanya berangkat ke Kantor Polisi Polsek Silaen sekitar pukul 10.00 Wib dan diterima oleh Aiptu Manahan F Sugiarto Nadapdap dan rekannya Aipda Hendri Naibaho.

Kepada Petugas, Desminar mengaku dirinya mendapat pengancaman sehingga dirinya saat itu merasa tidak aman.

“Saya dan anak saya, Hetnida Siagian mendapat pengancaman dari suami saya, Jairin siagian,” sebutnya kepada Petugas.

Mendapat Laporan tersebut, Aiptu Manahan Nadapdap dan rekannya bersama para Pelapor langsung turun menuju kediaman Terlapor yakni Jairin Siagian (55) guna melakukan investigasi tentang kebenaran Laporan yang diterima pihaknya.

Sesampainya di rumah Jairin Siagian, istrinya lebih dulu masuk ke dalam rumah dan berusaha mengetahui keberadaan suaminya. Dia tampak berusaha mencari Jairin.

Lalu, tiba-tiba Jairin keluar dari kamar dengan sebilah pisau yang runcing dengan panjang sekitar 50 cm tergenggam erat di tangannya.

Jairin melompat dan menghampiri istrinya dengan gerakan hendak menusukl istrinya. Beruntung, istrinya langsung melarikan diri ke luar rumah dan selamat dari amukan Jairin, sang Suami.

Melihat itu, Aiptu Manahan mencoba menenangkan amarah Jairin. Namun, Jairin malah mengamuk dan bahkan mengancam Manahan dengan mengatakan: “Kau polisi! Kubunuh kau!”

Jairin semakin menjadi usai diminta Manahan untuk tenang. Gurauan Manahan sedikitpun tidak dihiraukan Jairin, malah Jairin mengarahkan dan mengacungkan Senjata Tajamnya tepat kehadapan Aiptu Manahan F.S Nadadap.

Suasana makin kacau, Jairin terlihat semakin bagai kesetanan hingga akhirnya Aiptu Manahan F.S Nadadap mencoba memberi tembakan peringatan keatas dengan harapan Jairin bisa tenang.

Naas, Jairin tidak menghiraukan bunyi letusan peringatan itu. Jairin makin beringas dan malah menyerang Aiptu Manahan Fs.Nadapdap. Satu tusukan telak mengenai lengan Manahan dan jarinya terluka terkena tebasan yang dilayangkan Jairin saat Manahan berusaha mengelak.

Dalam situasi seperti itu, dan sesuai SOP, Aiptu Manahan F.Sugiarto Nadapdap dengan pertimbangan penuh akhirnya mengambil langkah tegas namun terukur. Manahan akhirnya melumpuhkan Jairin dengan melepaskan tembakan sebanyak dua kali.

Jairin pun bisa dilumpuhkan dengan dua buah peluru panas bersarang di tubuhnya. Perlawanan seketika terhenti.

Melihat Jairin terkapar, Warga beramai ramai masuk ke rumah Jairin dan mengamankannya.

Seketika, Manahan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (DSUD) Parparean di Kecamatan Porsea untuk mendapatkan perawatan dan pertolongan.

Sedangkan Jairin diboyong ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk mendapatkan tindakan medis lebih intensif pada dua butir peluru bersarang di tubuhnya.

Terkait kejadian itu, Kapolres Tobasa AKBP Akala Fikta Jaya,S.ik angkat bicara. Dia mengatakan pihaknya masih menyelidiki kasus ini. “Pihak Polisi masih mendalami motif penyerangan yang dilakukan Jairin terhadap istrinya dan petugas,” sebut Kapolres.

Reporter: Bernard Tampubolon