DELI SERDANG | Kalong adalah ewan mamalia pemakan buah-buahan yang aktif pada malam hari (nokturnal), satu spesies/keluarga dengan kelelawar (chiroptera).
Hewan memilik taring tersebut dipercaya dapat menjadi obat alternatif untuk penyembuhan berbagai penyakit seperti asma atau sesak nafas.
Santi Gurusinga (37) penjual kalong yang berada di Desa Pertampilen Jalan Jamin Ginting, Km 20 Pancur Batu, Kabupaten Deliserdang, pada Selasa, (20/1/2026) sore mengatakan, kalong tersebut didatangkan dari Pekan Baru Provinsi Riau dan dijual sebagai obat.
“Kalong ini didapat dari Pekan Baru Riau, untuk harga dijual mulai dari Rp350.00 hingga Rp550.000. Kalong ini dikonsumsi sebagai obat sesak napas, paru- paru bermacam lah. Bagian yang dikonsumsi secara mentah berupa empedu dandan darah sedangkan dagingnya biasanya disup,” ujarnya.
Santi berdagang kalong sudah 20 tahun sejak masa gadisnya, sedangkan para pembeli berasal dari berbagai daerah seperti luar kota maupun provinsi.
Dalam berdagang kalong hewan yang identik dengan Vampir tersebut diberi makanan berupa buah seperti pisang, pepaya dan buah lainnya.
“Untuk pembeli ada dari Kota Pematang Siantar, Parapat, Tanjung Morawa hingga Kalimantan,” terang Santi.
Ia juga mengatakan kalong-kalong tersebut dijual melalui sistem titip. Selain menjual kalong disaat masuk musim buah ia juga menjual buah tersebut, sebagai penghasilan tambahan untuk ke 3 orang anaknya dan juga membantu suaminya.
Sementara dalam uji ilmiah yang belum pasti, kalong dianggap mujarab untuk menyembuhkan berbagai penyakit antara lain asma, gatal-gatal pada kulit, anti bodi sampai menguatkan stamina. (OM/011)







