30 Pelajar yang Diamankan d Lapangan Merdeka Belum Pulang

oleh -187 views
Beberapa pelajar yang diamankan Polrestabes Medan dari Lapangan Merdeka, Rabu (2/10/2019) kemarin. Setidaknya 30 orang diamankan dan masih diperiksa di Mapolrestabes Medan. (orbitdigitaldaily.com/Istimewa)

MEDAN– Sekaitan penyerangan petugas kepolisian oleh puluhan pelajar di Lapangan Merdeka Medan, setidaknya 30 pelajar yang diamankan masih diamankan di Mapolrestabes Medan.

Pjs Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Eko Hartanto mengatakan, puluhan pelajar itu Selasa (2/10/2019) kemarin berniat untuk melakukan aksi demo.

“Mereka mau ikut-ikutan demo, jadi kita antisipasi agar mereka tidak melakukan hal-hal yang tak diinginkan seperti tawuran atau aksi anarkis, ” kata Pjs Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Eko Hartanto ketika dikonfirmasi, Kamis (3/10/2019).

Ia mengungkapkan, pihaknya masih terus mendalami apakah mereka dimobilisasi atau pun ada orang yang menyuruh mereka untuk berkumpul.

Saat ditanyakan apakah para pelajar itu tergabung dalam grup WhatsApp atau sebagainya, Kompol Eko menyatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait hal itu.

“Masih dilidik lanjut,” ujarnya singkat.

Seperti diketahui, puluhan pelajar diamankan petugas Satuan Sabhara Polrestabes Medan dari kawawan Lapangan Merdeka. Mereka diamankan karena menyerang polisi dan kendaraan dinas dengan batu. Tak hanya itu saja, mereka juga melakukan pengerusakan fasilitas umum.

Para pelajar ini, sudah termonitor polisi sejak siang. Sekitar pukul 16.00 WIB mereka masuk ke arah Titi Gantung dan lakukan pengerusakan. Kemudian membuat kerusuhan dan mereka diamankan

Sebelum diamankan, para pelajar ini sudah siimbau untuk bubar dan pulang ke rumah masing-masing. Namun, imbauan oleh petugas  tidak diindahkan.

Tiba-tiba saat petugas Sabhara datang mereka melakukan pelemparan. Polisi pun langsung mengamankan mereka. Dari tangan para pelajar ditemukan batu, kunci-kunci kunci pas, obeng.Di HP yang kita sita ada ajakan untuk berbuat rusuh dan berbuat onar. (Diva Suwanda)