61 Hewan Kurban Disembelih di Kelurahan Brandan Barat

oleh -231 views
Suasa pemotongan daging kurban di salahsatu masjid di Kelurahan Brandan Barat. (orbitdigitaldaily.com/HO)

LANGKAT – Penyembelihan hewan kurban pada pelaksanaan Idul Adha 1441 H di Kelurahan Brandan Barat, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat hari ini berjalan sukses.

Setidaknya ada 61 hewan kurban yang disembelih di lima tempat di Kelurahan Brandan Barat. Pelaksanaan penyembelihan hingga pembagian daging kurban diketahui tetap menjalankan protokol kesehatan penanganan Covid-19.

“Alhamdulillah, hari ini ada 54 sapi dan 7 kambing yang disembelih di kelurahan kita (Brandan Barat). Hingga sore hari ini sudah terlaksana dengan baik, kita salurkan kepada masyarakat,” ujar Lurah Brandan Barat, Musa Pasaribu kepada orbitdigitaldaily.com, Sabtu (1/8/2020).

Menjadi seorang lurah, Musa Pasaribu boleh dibilang cukup sukses memimpin wilayahnya. Selain 61 hewan kurban yang disembelih, ia mencatat masih ada belasan hewan kurban lain yang juga disembelih sejumlah ormas di sana.

Dari data Musa, penyembelihan hewan kurban diantaranya digelar di Masjid Ubudiyah sebanyak 24 sapi dan satu ekor kambing, Masjid Taqwa 17 sapi dan empat kambing, Masjid Nurul Iman sembilan sapi. Kemudian Mushalla Hafiziah sebanyak lima sapi dan Mushalla Al Hidayah Taman Bunga sebanyak tiga sapi dan dua kambing.

“Saya cukup senang warga masih tetap antusias dalam berkurban tahun ini. Meski kondisi pandemi Covid-19, masyarakat tetap semangat,” pungkas Musa.

Wagubsu Sumbang Seekor Sapi

Di lain pihak, Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Ubudiyah H Hakim mengucapkan terimakasihnya kepada Wakil Gubernur Sumut (Wagubsu) Musa Rajekshah yang menyumbangkan seekor sapi untuk dikurban di sana.

“Dari total 24 sapi yang disembelih di sini, satu ekor merupakan sumbangan dari Wagubsu, pak Ijeck,” ujar Hakim, Sabtu sore.

Ia menerangkan, tahun ini jumlah hewan kurban yang disembelih memang lebih banyak dari tahun kemarin.

“Ada peningkatan tiga ekor sapi yang dikurbankan dari tahun lalu. Alhamdulillah, kesadaran masyarakat untuk berkurban cukup tinggi,” katanya.

Menurut Hakim, meningkatnya jumlah masyarakat yang berkurban tahun ini tidak terlepas dari tidak adanya pelaksanaan ibadah haji di Indonesia.

“Karena tidak ada pelaksanaan ibadah haji tahun ini makanya masyarakat yang berkurban cukup banyak,” tutur Hakim lagi. “Berkurban itu sangat dianjurkan, apalagi di masa pandemi Covid-19 ini. Berkurban itu untuk menolak bala,” pungkasnya.

Hakim menerangkan, ada 1760 kupon kurban yang disiapkan panitia, namun hingga Sabtu sore tidak habis dan bersisa sekitar 200-an kupon.

“Makanya ini mau kita bagi-bagikan kembali ke masyarakat, harus disalurkan semua ini daging kurbannya,” pungkas Hakim. (Diva Suwanda)