HeadlineSumatera Utara

7 Tahun Perutnya Membengkak, Nek Ponikem Butuh Perhatian Pemerintah

Tanjungbalai-ORBIT: Ponikem (82) warga Dusun 1 Desa Sei Nangka Kecamatan Sei Kepayang Barat, Asahan menderita pembengkakan perut sejak tujuh tahun silam.

Akibat penyakitnya itu, Nenek Ponikem tidak dapat melakukan aktivitas seperti biasanya dan hanya berdiam di atas tempat tidur.

Sayangnya, meski sudah menderita sejak 7 tahun sialm, belum ada perubahan sama sekali bahkan hingga kini pemerintah setempat belum ada memberikan perhatian dan bantuan kepada Nenek Ponikem.

Menurut Mulyani, anak perempuan kedua dari Nenek Ponikem yang merawatnya, penyakit yang diderita oleh ibunya itu berawal dari benjolan kecil.

“Belum sama sekali ada perubahan bahkan semakin hari semakin besar dan terlihat mau pecah tidak jarang ibu saya menjerit mengeluhkan penyakit yang dideritanya,” katanya saat ditemui wartawan, Rabu (5/12/2018).

Kata Mulyani, ibunya pernah dirujuk ke Rumah Sakit Adam Malik, Medan. Namun disuruh kembali untuk dilakukan rawat jalan, dan sampai saat ini karena keterbatasan biaya dan pihak keluarga juga tidak memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) sehingga tidak lagi mendapatkan perawatan secara intensif.

Disebutkan Mulyani, pembengkakan di perut yang diderita ibunya bermula ketika berobat di bidan desa, dan diketahui ada bendolan kecil di bagian perutnya.

Menurut Mulyadi anak laki-laki Ponikem yang bekerja sebagai penarik becak hanya dapat mengobati seadanya.

Kini Mulyadi hanya bisa berharap agar orang tuanya mendapatkan Kartu Indonesia Sehat dan adanya bantuan dana untuk pihak keluarga agar dapat dilakukan perawat secara instensif mengingat kondisi ibunya yang memprihatinkan. Od-Ham

Komentar Facebook

Artikel Terkait