Medan  

Tegas Terhadap Penyedia PCR , Akademisi Apresasi Bobby Nasution

Wali Kota Medan Bobby Nasution ketika meninjau pelaksanaan swab kepada masyarakat (Foto/ist)

MEDAN| Sikap tegas Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution terhadap penyediaan layananan test PCR mendapat apresiasi baik dari Dosen Ilmu Komunikasi FISIP USU Muhammad Zikri Asmara SIKom MIKom. Menurut Zikri, test PCR saat ini telah menjadi bagian dari kebutuhan seseorang. Di masa pandemi Covid-19 ini, ungkapnya, saat seseorang merasa tidak enak badan, batuk atau semacamnya akan langsung melakukan test PCR. Begitu saat hendak berpergian menggunakan pesawat, imbuhnya, juga membutuhkan test PCR

“Artinya, jangan ketika masyarakat sudah sulit ada oknum atau pihak yang mencoba memanfaatkan untuk kepentingan pribadi atau memperkaya diri. Ini yang sangat kita sayangkan sekali. Oleh karenanya sebagai pimpinan tertinggi di Kota Medan, sikap tegas Pak Wali Kota terhadap penyedia test PCR sudah tepat,” jelas Zikri, Minggu (14/11/2021)

Bahkan bilang Zikri, Wali Kota juga dapat mengerahkan segala kemampuan yang ada di Pemko Medan untuk mengawasai dan menjaga bagaimana supaya para penyedia test PCR tidak mempermainkan harga untuk kepentingan pribadi. “Kita pasti dukung sikap Pak Wali untuk mencegah terjadinya kecurangan dalam melakukan pengolahan harga swab test PCR,” tegasnya.

Dengan sikap tegas Bobby Nasution, Zikri berharap agar penyedia layanan test PCR tidak mempermainkan harga sehingga memberatkan masyarakat. “Jangan sampai masyarakat merasa susah, begitu mau test PCR langsung terbebani dengan harganya. Apalagi bagi masyarakat yang rutin test PCR untuk keperluan bepergian,” ungkapnya.

Mencegah pihak penyedia pelayanan test PCR mempermainkan harga, Zikri berharap agar Wali Kota dapat membentuk tim yang kuat dalam pengawasan test PCR dengan melibat Dinas Kesehatan atau Satgas Covid-19. Tim itu, kata Zikri, harus melakukan pengawasan secara ketat sehingga membuat penyedia pelayanan test PCR mempermainkan harga di Kota Medan agar masyarakat tidak merasa sulit dan semakin terbebani di tengah pandemi Covid-19.