Aceh  

Akibat Bendungan Roboh Sejumlah Petani di Krueng Panto Abdya Resah

bendungan roboh
Bendungan roboh di sungai Krueng Panto Kec.Kuala Batee, mulai mengikis sejumlah lahan perkebunan dan sawah padi petani. (Nazli)

ABDYA | Akibat bendungan roboh, sejumlah petani di Krueng Panto Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) Abdya menjadi resah pada, Jumat (10/06/2022).

Samswir selaku ketua pemuda di Gampong menyebutkan, abrasi yang terjadi bendungan roboh di Alue Tho, dinilai semakin mengancam sejumlah lahan perkebunan dan sawah padi masyarakat, karena debit air yang masuk ke areal pertanian tak bisa dikendalikan.

Lanjut, Ia pun sangat menyangkan sikap diam yang ditunjukkan pemerintah melalui intansi terkait. padahal sepengetahuannya, pada tahun 2021 lalu sudah pernah diajukan proposal terkait hal tersebut. Namun, sampai saat ini belum ada tindak lanjut.

“Kami sudah coba memberitahukan kepada intansi terkait, namun jawaban yang kami dapatkan pada saat itu adalah, bahwa pada tahun 2021 pemerintah sudah kehabiasan anggarannya,” ucapnya kepada awak media dilokasi tersebut. Kamis 9 Juni 2022 kemarin.

Menyikapi hal ini, untuk memperkecil dampak buruk dari abrasi tersebut, Samswir bersama pemuda Gampong (Desa) mengupayakan normalisasi yang bersifat swadaya masyarakat, namun, usaha tersebut tidak membuahkan hasil yang memuaskan.

“Kami sudah berupaya bersama masyarakat untuk memperkecil dampak buruk kejadian ini, dengan melakukan normalisasi secara swadaya. Walaupun hal tidak terlihat yang terbaik,” ujarnya.

Namun demikian, ia berserta sejumlah warga yang terkena abrasi tersebut berharap, agar pemerintah atau intansi terkait dapat meninjau langsung kelokasi.

“Ini terkait dengan kebutuhan hidup jika arus sungai terus mengikis, maka sangat memungkinkan bakal lahan petani tenggelam. Jadi apa yang kami sampaikan tidak terkesan Hoak atau mengada-ngada,” paparnya singkat.

Sementara, M Daud yang merupakan Keujruen di wilayah tersebut berharap, kepada pemerintah Kabupaten, Bupati,DPRK dan dinas terkait agar dapat segera melakukan pembenahan.

“Kami hanya meminta kepada pemerintah untuk segera lakukan perbaikan yang bisa mencegah erosi tanah sawa dan kebun warga yang terus terjadi, jika ini terus dibiarkan maka akan mengancam rumah warga,” pungkasnya.

Reporter | Nazli