“Persoalan ini sudah dilaporkan kepada Ahli Utama Deputi II Abednego Tarigan di Kantor Staff Presiden (KSP) dan Kami sangat miris melihat konflik agraria di Sumut yang belum berpihak kepada masyarakat. Jokowi sudah perintakan seluruh jajarannya untuk membasmi mafia tanah,”terang Tambunan.
Sekretaris Kelompok Tani Arih Ersada Aron Bolon, Rembah Keliat (49) dihadapan ratusan masyarakat tani usai menyaksikan paparan Sahat Martin Sinurat ST MT, mengungkapkan hampir tak berdaya melawan tekanan intimidasi para mafia tanah sejak tahun 1998 sengaja ingin merebut lahan masyarakat.
“Namun hari ini kami legah atas bantuan semua pihak yang turut terlibat membantu kami memperjuangkan hak kami. Tadi kesepakatan dihadapan Muspika bahwa alat berat (bulldozer) harus dikeluarkan dari lokasi agar kami tidak melakukan tindakan lain. Dan saat ini kami sudah menanam kembali lahan yang sempat dirusak. Terimakasih buat saudara organ pendamping kami, “ujar Rembah didampingi pengurus kelompok tani.







