Hukum & Kriminal

Aniaya Suami dan Anak, Pegawai BRI Ini Dituntut 1 Tahun Penjara

Medan-ORBIT: Terbukti melakukan tindakan kekerasan terhadap suami dan anaknya, seorang pegawai BRI, Riris Eva Endang Sianipar Sp, warga Jalan Priuk, Kelurahan Sei Putih Tengah Kecamatan Medan Petisah dituntut selama satu tahun penjara dalam persidangan yang berlangsung di ruang Cakra IX, Kamis (11/10/2018).

Tuntutan yang dibacakan JPU, Juliana Talihoran di hadapan majelis hakim yang diketuai Gosen Butar-butar, menyebutkan terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 45 ayat (1) UU No.23 Tahun 2004 tentang Kekerasan Psikis Dalam Rumah Tangga.

Juliana dalam tuntutannya, menyebutkan perbuatan terdakwa telah menimbulkan rasa traumatik kepada Eden Manalu selaku suami dan ketiga anaknya yang  terjadi semenjak 2014 lalu.

Jaksa menyebutkan dampak psikis ini sangat dirasakan Eden Manalu selaku suami terdakwa,merasa malu karena perselingkuhan terdakwa dengan seorang pria yang diketahui bernama Johanes Rudolf Silalahi dengan adanya sejumlah bukti foto.

Tidak hanya rasa trauma bagi Eden Manalu, ini juga berdampak terhadap ketiga anak hasil perkawinan mereka, yakni SW Manalu, CB Manalu dan YG br Manalu.

Sselama persidangan ketiganya mengutarakan adanya perlakuan kasar dari terdakwa baik itu pemukulan maupun penekanan dalam bentuk perkataan yang tidak sopan.

Selain itu kata, Eden Manalu selaku korban tidak dianggap sebagai suami sehingga terdakwa mengambil keputusan sendiri.

Masih dalam tuntutan tersebut, Eden selaku suami sering mendapat intimidasi saat ingin menjemput anak ketiganya di rumah orang tua terdakwa di Jalan Pabrik Tenun Gang Mangko.

“Waktu itu dengan arogannya Riris yang merupakan pegawai BRI Unit Tandem mengusir dan mengajak ribut korban karena ingin bertemu anaknya,” sebut jaksa dalam tuntutannya.

Hal lainnya yang memberatkan terdakwa dalam tuntutan tidak mau berdamai dengan saksi korban, sehingga korban merasa trauma dan berpengaruh kepada kesehatannya selain rasa malu dan juga rasa sedih akibat kelakuan terdakwa.

Usai membaca tuntutan, maka persidangan ditunda pekan depan dengan agenda mendengarkan pembelaan yang disampaikan oleh penasehat hukumnya. Om-Ton

Komentar Facebook

Artikel Terkait