Film & MusikRagam

Audiensi dengan Bupati, OTAROSE Berharap Karya-karyanya Dihargai

Karo-ORBIT: Dirikan wadah berhimpun untuk melindungi hasil karya sekaligus meningkatkan kesejahteraan hidup, seniman pencipta lagu Karo yang tergabung dalam OTAROSE beraudiensi dengan Bupati Karo Terkelin Brahmana di ruang kerja Bupati, Kamis (11/10/2018).

Rombongan yang diketuai Ersada Sembiring didampingi Pemrakarsa Jova Elke T Silangit, Pinta Bangun dan anggota Aris Ginting, Arsyad Sembiring, Thomson Manik, Darius Sembiring, Eso Oandia, Rachmat Barus dan simpatisan Bastanta Purba ini disambut langsung oleh Bupati.

Pada pertemuan tersebut, Jova Sitepu menyampaikan bahwa salah satu program kerja organisasinya adalah untuk melindungi hak karya cipta seniman Karo (pencipta lagu) dan meningkatkan kesejateraan hidup para seniman Karo.

“Kata Jova, kami ini sudah lama merasa terzalimi, kenapa saya katakan demikian, karena selama ini kami belum mengerti apa-apa saja hak-hak kami sebagai pencipta lagu, termasuk untuk menerima royalti pencipta lagupun masih banyak diantara kami ini belum paham,” tuturnya.

Ia beserta rekan-rekannya mengadu kalau selama ini mereka hanya dinilai rendah. “Lagu yang kami ciptakan hanya dihargai senilai Rp300 ribu hingga Rp500 ribu, sementara kalau penyanyi atau perkolong-kolong bisa mendapatkan uang Rp2,5 juta sekali tampil, sementara yang dia nyanyikan lagu ciptaan kami, kalau ngga ada lagu apa yang dinyanyikan,” sebut Jova.

Pihaknya, lanjut Jova ingin ke depannya buah karya seniman Karo dihargai, tidak seperti selama ini, lagu-lagu yang disiarkan melalui tv dan radio serta dinyanyikan ditempat-tempat hiburan malah pihak lain yang mendapat keuntungannya. “Sementara kami pencipta lagu tidak mendapat apa-apa dalam berkarya, hanya segelintir orang yang memoeroleh royalti itu, alangkah baiknya kalau seniman karo yang langsung manerima hak royaltinya melalui wadah organisasi kami OTAROSE,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya mengaku sangat membutuhkan dukungan dari Bupati Karo dalam mengembangkan organisasi OTAROSE agar seniman lebih semangat lagi berkarya demi mengharumkan budaya Karo.

Menyahuti Pengurus OTAROSE, Bupati Terkelin Brahmana menyarankan supaya pengurus OTAROSE menginventarisir pencipta-pencipta lagu di srluruh Indonesia, dengan terdatanya pencipta lagu, dengan sendirinya sebagian besar lagu karo akan diketahui siapa saja penciptanya.

Selanjutnya, dengan terbentuknya organisasi OTAROSE, segera lakukan konsolidasi untuk menyatukan presepsi. “Kalian harus kompak dan bersatu, bentuk perwakilan-perwakilan didaerah lain. Lakukan kerja sama dengan pihak yang bisa membantu dan memajukan OTAROSE, buat badan hukumnya dan daftarkan ke instasi terkait supaya legal, kalau perlu rekomendasi dari Pemkab Karo bisa kita bantu,” ujar Terkelin.

Menyangkut kegiatan OTAROSE, lanjutnya fasilitas yang ada di Taman Mejuahjuah, seperti open stage, gedung kesenian, pentas terbuka disarankan untuk dapat dipergunakan. “Saya selaku bupati siap mendukung kalian, lakukan yang terbaik, supaya masyarakat dan wisatawan ramai datang menyaksikan acara-acara yang ditampilkan, termasuk nanti kegiatan lomba cipta lagu Karo yang direncanakan itu,” ujar Bupati. Od-Dam

Komentar Facebook
Tags

Artikel Terkait