Bahas Raqan APBK 2019, Mayoritas Anggota DPRK Singkil Tinggalkan Ruang Sidang

oleh -64 views
Mayoritas Anggot DPRK Singkil Tinggakan Ruang sidang saat bahas Raqan APBK 2019

ACEH SINGKIL- Saat akan digelarnya Sidang Paripurna dalam penyampaian Rancangan Qanun (Raqan) Pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Singkil 2019, di Gedung Dewan setempat diwarnai intrupsi dan walk out.

Dari amatan Orbitdigital para dewan itu satu-persatu meminta izin meninggalkan ruangan (walk out) saat berlangsungnya sidang paripurna di Gedung Dewan setempat, Rabu (29/7/2020).


Aksi ramai-ramai walk out itu berlangsung saat pimpinan sidang menetapkan skor, sebelum digelarnya agenda Rapat Paripurna dalam penyampaian Rancangan Qanun (Raqan) Pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Singkil 2019.


Walk Out diawali Ahmad Fadli yang melayangkan intrupsi kepada pimpinan sidang. “Intrupsi pimpinan, sepertinya agenda rapat ini tidak jelas. Jadwal terus berubah-berubah. Saya izin keluar meninggalkan ruangan sidang,” sebutnya.


Aksi walk out juga diikuti anggota dewan lainnya Asmawati dan beberapa anggota dewan lainnya seperti diantaranya H Bainuddin Ondo, Sahman dan Irpan Suri yang langsung memasuki mobil dan meninggalkan gedung DPRK setempat.


Namun Paripurna baru dilaksanakan sekitar Pukul.15:00 yang hanya dihadiri beberapa anggota dewan lainnya.


Bupati Dulmusrid dalam penyampaian Pelaksanaan Raqan APBK 2019 pada Paripurna Dewan menyebutkan, pertanggung jawaban pelaksanaan APBK berupa laporan keuangan yang disampaikan dalam bentuk rancangan qanun telah disesuaikan dengan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan RI dan disampaikan kepada DPRK Aceh Singkil untuk disahkan menjadi Qanun Kabupaten Aceh Singkil.


Disebutkannya, untuk total realisasi pendapatan daerah (PD) tahun anggaran 2019 mencapai Rp897 miliar, dari target Rp919 atau persentasenya sekitar 97,64 persen.
Mengalami peningkatan dari pendapatan daerah tahun 2018, yang mengalami kenaikan sekitar 19,31 persen atau Rp145 juta.


Realisasi PD yang berasal dari pendapatan asli daerah (PAD) anggaran 2019 sebesar Rp45 miliar atau terealisasi 78,34 persen.
Dari perolehan PAD ini kontribusi terbesar penerimaannya diperoleh dari retribusi daerah sebesar Rp17 miliar atau mencapai 39,54 persen dari total realisasi PAD.


Kontribusi lain-lain PAD yang sah mencapai Rp11 miliar atau 24,54 persen. Sementara kontribusi penerimaan pajak daerah adalah sebesar Rp6,7 miliar atau 14,86 persen.

Dan kontribusi penerimaan zakat, infak dan sadaqah sebesar Rp6,6 miliar atau 14,68 miliar.
Sedangkan kontribusi PAD terendah diperoleh dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan yaitu sebesar Rp2,8 miliar.

Reporter : Saleh