Sumatera Utara

Bangunan Masuk DMJ di Jalan Nasional Karo Terkesan Diabaikan Pemkab

Kabanjahe-ORBIT: Wilayah Daerah Milik Jalan (DMJ) di Jalan Nasional wilayah Tanah Karo banyak dihuni oleh bangunan baik milik perorangan juga perusahaan. Pemandangan yang sama juga tampak di sepanjang Jalan Nasional Berastagi-Kabanjahe.

Akibatnya, sampai kini pembangunan pelebaran jalan Kabanjahe-Berastagi belum dapat diselesaikan. “Kronologis bangunan awalnya tiang bambu dan beratap tenda. Lambat laun berdiri bangunan permanen sebab tidak ada teguran dan larangan. Sekarang jadi sulit dibebaskan,” ujar Aceh Silalahi, mantan anggota DPRD Karo, Kamis (8/11/2018).

Lanjutnya, bahkan malah ada pemilik bangunan yang meminta ganti rugi dan sebagainya. “Itu akibat awalnya sepele dan pembiaran dari pihak Pemkab Karo. Tidak ada pengawasan dan penertiban dari pihak terkait seperti Satpol PP,” jelas

Demikian juga halnya bangunan yang saat ini sedang dalam proses pekerjaan di perbatasan Kecamatan Tigapanah dengan Kecamatan Merek tujuan arah ke Dairi atau Simalungun. Tepatnya sekitar simpang Desa Ergaji, Kecamatan Merek. Satu bangunan yang disebut untuk perusahaan tertentu dengan luas berkisar satu hektar, bangunan depannya diduga telah memasuki daerah DMJ.

Tembok permanen dan bangunan fisik lainnya sudah berdiri sedang dalam proses pekerjaan. Tiang listrik milik PLN sudah berada antara pagar bangunan dengan tembok bangunan.

Seorang pekerja yang dikonfirmasi Orbitdigitaldaily.com, Rabu (7/11/2018) menyebut, bangunan ini untuk perusahaan produk tertentu. Ketika ditanya soal bangunan yang diduga telah menyalah sebab sudah berada di kawasan DMJ sekitar 2 meter dari bahu jalan nasional, ia mengaku tidak tahu.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Pemkab Karo, Susi Iswara Bangun membenarkan pembangunan gudang tersebut sudah memiliki izin. Ketika disampaikan soal bangunan sudah menyalah diduga telah memasuki kawasan DMJ, katanya akan segera ditinjau bersama Dinas PUPR.

Setelah itu, Susi saat dihubungi lebih lanjut memberitahukan bahwa bangunan yang disampaikan itu hanya bangunan sementara. “Hanya untuk base camp tempat pemondokan para pekerja saja. Nanti akan dibongkar,” jelas Susi.

Sementara, di lokasi, base camp itu berbentuk bangunan yang ditembok dengan semen dan batu bata alias bangunan permanen. Od-Vid/Bam

Komentar Facebook
Tags

Artikel Terkait