Banjir Rob di Bagan Percut, Warga yang Terdampak Belum Mendapatkan Bantuan

DELI SERDANG | Peringatan BMKG terkait Banjir Rob yang melanda wilayah pesisir bagian Sumatera Utara, berdampak di Desa Bagan Percut Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Sabtu (6/12/2025) sore.

Banjir Rob naik pada malam hari dan sempat membuat tanggul yang menghalau air di muara sungai sempat meluap ke pemukiman warga yang terletak di desa tersebut. Ditambah tingginya intensitas hujan pada Kamis 4 Desember lalu.

Air pasang rob tidak berlangsung lama dan kembali surut, namun air pasang banjir rob tahun ini tidak seperti tahun sebelumnya. Air sisa banjir terlihat masih nenggenangi rumah. Warga yang rumahnya berdampak terpaksa harus mengungsi setiap air rob naik.

Dari pantauan di lokasi Desa Bagan Percut terlihat di beberapa rumah warga, air sisa banjir masih tergenang. Drainase pembuangan air pun tampak tersumbat.

Warga yang terdampak beharap bantuan  juga penanganan dari pihak terkait. Untuk Mata pencaharian di desa bagan mayoritas  adalah nelayan, serta kegiatan pembuatan ikan asin dan teri, juga berbagai kuliner laut.

Beberapa warga Nurhayati Sitepu, farida dan Siti Hawa yang rumahnya berdampak mengatakan takut terjadi banjir susulan dan terlihat adanya sisa genangan banjir menggenangi halaman rumah mereka hingga harus mengungsi.

“Terpaksa mengungsi lah.. sebagian rumah didalam sana masih ada yang Tergenang. Kalau kondisi rumah saya dua hari lalu bukan air lagi, tapi lumpur juga. Untuk beraktivitas dirumah tidak bisa. Terpaksa ngungsi lah di kios orang. Sedangkan untuk bantuan belum di dapat juga, barangkali gak rezeki kali ya,” ucapnya.

Sementara Abdul Halim (54) warga Bagan Percut Gang Beko menyampaikan” Banjir Rob datang waktu malam air langsung masuk ke rumah.

“Saya pun harus mengungsi air masuk dari dua arah Air pasang rob dan buangan dari hulu sungai ditambah lagi hujan deras, Terendam lah rumah saya,” terangnya.

Ia pun harus mengungsi dan mencari tempat yang lebih tinggi, sebahagian warga menyelamatkan diri mengungsi ke Masjid  dan rumah yang lebih tinggi. Untuk penanganan hingga bantuan dari aparatur terkait sampai saat ini belum ada.

“Waktu dua hari kemaren adalah bantuan 2 karung beras  dari Partai politik untuk posko dapur umum di Masjid lalu dimasak bersama buat warga,” jelas Abdul Halim.

Ia menambahkan tahun 2025 menjadi Banjir Rob terparah. Kedepannya untuk antisipasi Banjir rob  harapannya ditinggikan lah tanggul dan buangan air dibesarkan agar banjir tidak merendam rumah warga.

Sementara Kepala Desa Percut Asyhari Syah saat didatangi ke kantor KADES Bagan Percut untuk dimintai konfirmasi. Sedang  tidak berada ditempat. Hanya terlihat dua orang Petugas BPBD berjaga dengan satu perahu karet dan tumpukan Beras dikantor tersebut dengan tulisan Posko Banjir. (OM/011)