Baru 5 Bulan Selesai Dikerjakan Jalan Setiabudi Rp 18 M Sudah Rusak dan Amburadul

oleh -522 views

MEDAN – Masih terhitung lima bulan bulan pasca selesainya pekerjaan pemeliharaan berkala Jalan Provinsi SP Jl Dr Mansyur – SP JL Flamboyan, kini kondisinya mulai tampak rusak dan memprihantinkan.

Proyek yang menelan anggaran cukup fantastis senilai Rp18.388.199.815, bersumber APBD Provinsi Sumatera Utara TA 2019 itu baru selesai dikerjakan pada pertengahan bulan Februari 2020 lalu. Sebelumnya mengalami keterlambatan dan kena sanksi denda karena tidak tepat waktu sehingga harus diadendum. Padahal, kontrak berakhir tanggal 23 Desember 2019.

PT Pollung Karya Abadi sebagai pemenang tender dengan kontrak : 620/UPTJJ/DBMBK/1655/2019. Volume pekerjaan hanya mencapai 85% saat kontrak berakhir sehingga harus diperpanjang sampai Februari 2020 sebelum serah terima pekerjaan dengan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Pemprov Sumut.

Namun, sangat disayangkan proyek pendampingan Tim Pengawal dan Pengawasan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, sudah mulai retak dan hancur di sebagian titik jalan. Wajar Sumut disebut banyak jalan rusak.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Pemprov Sumut, Effendi Pohan melalui Kepala UPTJJ Medan Heri Indra Siregar ST MT mengaku belum mengetahui kondisi jalan sudah rusak parah.

“Lokasi persisnya dimana? Sepertinya bukan di lokasi kita. Makanya saya tanya persisnya dimana, “katanya saat dikonfirmasi orbitdigitaldaily.com, Jumat (26/6/2020).

Mirisnya, saat diminta menjelaskan faktor penyebab jalan cepat rusak padahal masih hitungan bulan selesai dikerjakan. Pejabat eselon III yang dilantik Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi tidak bisa merincih penyebab jalan rusak.

“Ok akan dicek anggota ya,”ungkapnya singkat.

Hendrik, Direktur PT Pollung Karya Abadi ketika dikonfirmasi lewat sambungan Whatsap 0812 6419 XXX tidak menjawab sama sekali meski sudah membaca pesan masuk.

Diketahui, sebelumnya, pekerjaan pemeliharaan berkala Jalan milik Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Prov Sumut itu tak kunjung selesai hingga kontrak berakhir tanggal 24 Desember 2019.

Kemudian, kekurangan volume akhirnya pekerjaan diadendum dan kontrak diperpanjang dengan sanksi denda per hari sesuai aturan kontrak hingga selesai dan serah terima pekerjaan kepada Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Prov Sumut pada pertengahan bulan Februrari 2020.

Reporter : Toni Hutagalung