HeadlineMedan

Bawa Palu, Puluhan Satpol PP Antar SP3 untuk Pondok Mansyur

Medan-ORBIT: Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Kota Medan tampaknya tak main-main menindaklanjuti bangunan Pondok Mansyur yang diduga tak kantongi Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB) dari dinas terkait.

Setelah sebelumnya melayangkan SP1 dan SP2 lalu, Senin (2/7/2018), Satpol PP Medan akhirnya mengantar langsung SP3 kepada pengusaha tersebut.

Tak tanggung-tanggung, di bawah komando Kabid Penegakan dan Perundang-undangan Daerah (P2D) Indra Siregar puluhan petugas turun membawa palu raksasa ke ke Pondok Mansyur yang berada di Jalan dr Mansur tersebut.

“Hari ini kita diarahkan Pak Kasatpol PP Medan atau pimpinan untuk melakukan dan menindaklajuti SP1, SP2 dan SP3 sesuai dengan janjinya kemarin terkait kasus Pondok Mansyur. SP3 itu sudah mereka terima hari ini,” kata Kabid P2D Satpol PP Medan, Indra Siregar di depan Pondok Mansyur.

Kabid Penegakan dan Perundang-undangan Daerah (P2D) Indra Siregar .

Indra mengatakan Satpol Medan tidak akan main-main dalam menindaklanjuti kasus tersebut terbukti dengan melayangkan SP3 kepada pemilik pondok mansyur.

Indra mengaskan pihak Pondok Mansyur selain menerima SP3 dari Satpol PP Medan, mereka juga sudah membuat surat pernyataan yang ditanda sudahtangani dengan isinya minta waktu 10 hari.

“Setelah itu akan kita sikapi melalui pembongkaran, hal itu berlaku dan dihitung sejak hari ini. Apabila jika 10 hari tidak segera melakukan pengurusan izin maka kita akan bongkar. Kita akan ikuti sesuai dengan pernyataan pengacaranya itu,” katanya lagi.

Indra menambahkan sebelumnya sudah dilayangkan surat peringatan jadi tidak ada yang kebal peraturan di negeri ini jika salah maka akan ditindak sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Ini lah kita sikap dalam surat SP3 1×24, tidak ada yang kebal peraturan setiap prinsipnya Satpol PP mengarahkan kepada orang-orang atau masyarakat yang membangun agar mengurus izin bangunannya itu prinsipnya. Bagi mereka yang kita tegur untuk mengurus izin kalau ia tidak mengurus izin bangunannya maka akan dilakukan tindakan sesuai dengan administartifnya seperti yang sudah kita lakukan SP1, SP2 dan SP3 ini,” terangnya.

Dikatakannya sesuai dengan suarat peryataan tersebut yang akan ditindaklanjuti apabila dilanggar maka Satpol PP segera melakukan pembongkaran.

Parlindungan Nadeak, pengacara pengusaha Pondok Mansyur mengaku meminta perpanjangan 10 hari kepada Satpol PP Medan terkait pengurusan IMB Pondok Mansyur.

“Ijinnyakan lagi pengurusan, gak mungkin kan pengurusannya bisa siap satu hari. Kita memohon waktu perpanjangan waktu selama 10 harilah,” ujar Parlindungan.

Pantauan Orbitdigitaldaily.com di lokasi, sejumlah mobil dinas Satpol PP Kota Medan terparkir di depan usaha Pondok Mansyur dan beberapa personel bersiaga dengan membawa beberapa peralatan berupa palu.

Selain itu terlihat beberapa personel kepolisian dan TNI bersiaga di lokasi untuk menjaga keamanan. Bahkan perwakilan dari Camat Medan Selayang juga turut hadir.

Kondisi itu membuat warga yang melintas heran ada yang terjadi sehingga banyak personel dan personil di lokasi pondok mansyur tersebut.

Kalam Liano saat berada di kantornya, di kawasan Kampung Lalang Medan. Ist

Sebelumnya, salah seorang anggota Satpol PP yang enggan disebutkan namanya mengatakan, jika Kalam Liano tidak bisa ditemui perihal bangunan miliknya yang tidak mengantongi izin sedang berada di luar kota.

Namun faktanya, pengusaha itu sedang berada di Medan. Hal itu dibuktikan dengan keberadaan Kalam Liano di kantornya yang berada di Jalan Gatot Subroto, tepatnya di kawasan Kampung Lalang, Medan. Tampak di lokasi, Kalam Liano sedang asik bermain dengan komputernya.

Mobil jenis Kijang kapsul miliknya juga tampak terparkir di teras kantornya. Om-Sam

Komentar Facebook

Artikel Terkait