Bekas Galian Pipa Makan Korban, Mobil Tangki Pertamina Terperosok

Mobil Pertamina pengangkut BBM Solar B 9554 SFU dengan tujuan SPBN Sei Nangka Asahan terperosok di dalam bekas galian pipa. ORBIT/Ilham

Tanjungbalai-ORBIT: Pengerjaan proyek galian pipa di Tanjungbalai resahkan pengguna jalan. Pasalnya, bekas proyek galian pipa itu menyisakan kubangan yang berisi air dan juga tanah bekas galian berserakan di atas jalan tersebut.

Minggu (20/1), proyek galian pipa itu diperkirakan sepanjang 1 kilometer di satu sisi beram Jalan Sudirman mulai dari Batu 3 sampai Batu 6 Kota Tanjungbalai.

Di sepanjang proyek itu terlihat bekas galian yang menyisakan kubangan yang cukup dalam dan digenangi air. Selain itu terlihat tumpukan tumpukan tanah bekas galian hingga menutupi sebagian jalan, sehingga di waktu siang akan menimbulkan debu.

Bahkan satu unit mobil Pertamina pengangkut BBM Solar B 9554 SFU dengan tujuan SPBN Sei Nangka Asahan juga terperosok di dalam bekas galian pipa tersebut. Hal itu disebabkan beram jalan bekas proyek itu tidak ditimbun padat.

Alhasil, pihak yang bersangkutan terpaksa harus mengeluarkan isi BBM solar dari dalam tangki mobil agar truk yang terperosok dalam bekas proyek itu itu bisa dikeluarkan.

Abdi (45) warga yang tinggal disekitar proyek galian pipa itu sangat menyesalkan kinerja dari pihak pemborong proyek tersebut.

Abdi menceritakan beberapa pengguna jalan yang melintas sudah sering terperosok ke dalam kubangan bekas galian pipa tersebut.

“Kita juga heran melihat kondisi bekas proyek ini. Banyak kubangan dan ada yang berlumpur. Akibatnya, pernah ada warga yang melintasi menjadi korban masuk kedalam kubangan, pas dimalam hari. Mungkin sebentar lagi bisa ada korban jiwa akibat dari ulah pihak pemborong yang tidak bertanggung jawab ini. ” tuturnya.

Rudi (30) pengguna jalan juga aktivis setempat menyesalkan kinerja dari pihak pemborong proyek galian pipa karena telah meresahkan masyarakat khususnya para pengguna jalan yang melintas didaerah itu.

Disayangkannya, tidak ada perhatian dan tindakan dari pemerintah terkait kinerja dari pemborong proyek itu, pasalnya kondisi bekas galian itu sudah berlangsung cukup lama sejak dikerjakan akhir 2018 lalu.

“Inilah akibat penggalian pipa yang sampai saat ini tidak ada tindakan yang signifikan dari pemerintah maupun pemborong. Sehingga banyak masyarakat yang merasakan dampak nya juga telah merugikan masyarakat, salah satu contohnya para pengguna jalan yang masuk ke dalam kubangan dan hari ini kita melihat mobil Pertamina terperosok bahkan baru bisa lepas setelah isinya dikeluarkan, ” ucapnya saat melihat truk pengangkut BBM terperosok kedalam bekas galian pipa tersebut.

Oleh karena itu sambungnya, diminta kepada Pemerintah Kota Tanjungbalai untuk menindak tegas pihak pemborong proyek galian pipa tersebut dan memerintahkan agar keluhan warga terkait bekas pekerjaan proyek itu segera diperbaiki sebelum menimbulkan kegaduhan di tengah-tengah masyarakat bahkan bisa memakan korban. Od-Ham