Berganti Menjadi SKP Covid-19 dan PEN, Pemkab Karo Ambil Langkah Positif

oleh -185 views

TANAH KARO Menyusul dibubarkannya Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 oleh Preiden RI Joko Widodo dan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi memanggil Bupati/Walikota Se-Sumut untuk menghadiri rapat evaluasi di Pendopo Rumah Dinas Gubsu Jalan Jendral Sudirman Medan kemarin, Pemerintah Kabupaten Karo langsung mengambil langkah positif.


Hal itu dikatakan Bupati Karo Terkelin Brahmana SH MH, Senin (27/7/2020) di Kabanjahe.


Menurut Terkelin, Sebagai pengganti GTPP Covid-19, Presiden Joko Widodo, telah meneken Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2020, tentang pembentukan Satgas Komite Penanganan (SKP) Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dan untuk menyikapi hal itu, Gubsu telah memanggil Bupati dan Walikota se Sumut untuk menindak lanjutinya.


“Untuk menyikapi perubahan ini, Pemkab Karo sudah menyiapkan konsep dalam penunjukan ASN yang di dudukan dalam pos susunan Satgas Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, yang akan dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Karo, untuk diangkat menjadi ketua, kita sudah memiliki draf,” sebutnya.


“Dalam pembentukan formasi baru itu, kita tetap mempedomani rambu-rambu yang ada.

Dan sesuai petunjuk dari pihak provinsi Pemkab Karo akan secepatnya membentuk formasi baru itu. Selanjutnya dengan terbentuknya Satgas Komite Penanganan (SKP) Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), OPD dan pihak yang terlibat didalamnya akan langsung bekerja,” ujarnya.


Tambah Terkelin Brahmana, menghadiri rapat evaluasi yang melibatkan seluruh bupati/walikota se Sumut itu kemarin, Gubsu Edy Rahmayadi mengungkapkan terjadinya penurunan pertumbuhan ekonomi Sumut.

pada Kwartal IV tahun 2019 pertumbuhan ekonomi Sumut mencapai 5,21% dan memasuki kuartal I 2020 turun menjadi 4,65%. Untuk mengantisipasi penurunan yang lebih tajam, Gubernur Edy Rahmayadi meminta seluruh bupati/walikota untuk memaksimalkan potensi daerahnya masing-masing.


“Terjadinya penurunan pertumbuhan perekonomian bukan hanya di Sumut saja, tetapi diseluruh Indinesia, bahkan sebagian besar dunia. Untuk mengantisipasi keadaan ini, kita perlu membuat pergerakan agar bisa menyelamatkan perekonomian Sumatera Utara. Salah satu yang bisa kita lakukan adalah memaksimalkan potensi-potensi daerah yang ada,” kata Terkelin menirukan ucapan Edy Rahmayadi dalam pertemuan itu.


“Gubsu juga meminta kepada para bupati/walikota untuk membuat studi yang komprehensif untuk melihat potensi pertanian dan peternakan di daerahnya masing-masing. Termasuk menyangkut perdagangan, jasa, industri dan ekonomi kreatif serta pariwisata,” pungkasnya.

Reporter : Daniel Manik.