Bimtek MCH Edukasi Pola Berita Menggembirakan Keluarga Jemaah Haji

Sekretaris Jenderal Menteri Agama, Prof M Ali Ramdhani, pada pembukaan Bimtek edukasi MCH di Mercure Jakarta Cikini, Kamis (25/4) malam. Foto: marulias|mch

JAKARTA | Kementerian Agama (Kemenag) meminta pemberitaan haji harus menimbulkan respon gembira dari para keluarga di Indonesia. Serta menjadi solusi dan edukasi bagi jemaah pada penyelenggaraan ibadah haji 1445 Hijriah/2024 Masehi.

Sekretaris Jenderal Menteri Agama, Prof M Ali Ramdhani, mengatakan petugas Media Center Haji (MCH) memiliki tanggung jawab terhadap informasi yang ditulis dan disiarkan. Media tidak dilarang untuk mengkritik, tapi disampaikan dengan bahasa yang baik.

“Peran media dalam penyelenggaraan haji harus bisa meningkatkan kualitas dan efisiensi. Kritik boleh, tapi bangun dengan bahasa yang baik. Gambarkan jurnalis yang bisa bangun solusi,” ujar Ali pada pembukaan Bimtek edukasi MCH di Mercure Jakarta Cikini, Kamis (25/4) malam.

Ali Ramdhani menyebut setidaknya ada 6 peran media dalam penyelenggaraan haji. Selain menyampaikan kritik dan saran, media sebagai wujud penguat komitmen Kemenag menjadi panitia penyelenggara yang sukses. Kemudian sebagai alat untuk meningkatkan kualitas ibadah haji jemaah.

“Ciptakan sebuah konten biasa menjadi luar biasa. Kemudian ciptakan kabar yang menjadi fokus perhatian masyarakat. Kemudian ciptakan coverage, artinya MCH melihat ketika ada kebaikan kabarkan kepada dunia. Kemudian paling penting juga berita jangan sampai buat resah keluarga jemaah di Republik ini,” ucapnya.

Sementara staf khusus Menag RI Bidang media dan komunikasi publik Wibowo Prasetyo mengajak petugas MCH menyampaikan informasi yang benar kepada keluarga jemaah di Indonesia. Hal ini untuk menghindarkan kekhawatiran tentang berita yang butuh konfirmasi ke pihak berwenang.

“Bedakan pelayanan yang menjadi wilayah kemenag dan vendor atau Masyair. Terutama pelayanan saat Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina) yang sepenuhnya menjadi wewenang Masyair,” kata Wibowo.

Selain itu, Wibowo juga mengajak MCH tidak hanya bertugas menyampaikan berita di media masing – masing. Justru tugas utamanya adalah melayani tamu Allah (jemaah) terutama jemaah lansia yang butuh pendampingan. Apalagi pada ibadah haji 2024, menjadi yang tertinggi sepanjang penyelenggaraan haji di Indonesia dengan jumlah 241.000 jemaah.

Bimtek edukasi MCH 2024 diikuti 69 petugas yang berlangsung 25 – 27 April. Peserta mendapat berbagai materi seperti pembahasan Rencana Kerja Operasional, manasik haji, serta target kerja dan KPI MCH.

Marulias | mch