Buka Sosialisasi Stunting, Camat Pulo Bandring Ingatkan Dampak Buruknya

Kisaran – ORBIT: Camat Pulo Bandring, Berani Simbolon membuka Sosialisasi Pengenalan, Pencegahan dan Penanganan Stunting, Selasa (9/4/2019).

Di hadapan 50 orang kader posyandu di 10 Desa se-Kecamatan Pulo Bandring, Berani menjelaskan Stunting adalah sebuah kondisi tinggi badan seseorang ternyata lebih pendek dibanding tinggi badan orang lain pada umumnya.

“Penyebab anak terkena stunting adalah faktor Gizi buruk dan faktor penyakit lain seperti Diare,” kata Berani dalam sambutannya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Pulo Bandring Ratna Juwita mengatakan, penyakit Stunting memiliki dampak yang sangat buruk yaitu selain bentuk tubuh anak yang pendek, perkembangan otak anak stunting menurun sebanyak 30 persen dari anak yang normal.

“Perlu ada penanganan serius dengan memberikan asupan gizi pada ibu hamil dan balita serta menjaga lingkungan agar tetap bersih,” ujar Ratna.
Selain masalah Stunting, Ratna menyampaikan 2 hal penting yang menjadi masalah dalam masyarakat saat ini. Yaitu, masalah penyakit TBC dan Imunisasi MR (Measles Rubella). 

Kedua hal ini merupakan program prioritas yang harus kita laksanakan sesuai dengan arahan Menteri Kesehatan Republik Indonesia.
Di akhir sambutannya, Ratna berharap kiranya seluruh masyarakat di Kecamatan Pulo Bandring berkomitmen untuk mencegah Stunting. (Od/01)