Batubara-ORBIT: Bupati Batubara Zahir Senin, (21/1/2019) kirim tim untuk menjemput enam orang nelayan tradisional yang ditangkap polisi Malaysia karena memasuki wilayah perairan tanpa izin.
Sebanyak enam orang nelayan tradisional yang ditangkap polisi Malaysia masing-masing Ridwan, Zulkifli, Rahimmudin Lubis, Badri, Misdi dan M Hadi, kesemuanya warga Desa Lalang, Kecamatan Medang Deras, Batubara.
Ketua Masyarakat Nelayan Tradisional Batubara (Mantab) Sawaluddin Pane mendampingi enam orang istri nelayan yang ditangkap menuturkan, kejadian penangkapan tersebut terjadi Kamis, (17/1/2019).
Menurutnya, sebelum ditangkap, keenam nelayan berangkat dari rumah pergi melaut, Senin, (14/1/2019), keesokan harinya kapal mereka dirampok OTK di perairan laut Aceh.
Hal senada juga disampaikan Jamilia (31) istri Ridwan kepada wartawan.
Menurut Jamalia, dirinya menerimah telpon dari suaminya, yang menceritakan bahwa sebelum ditangkap di perairan Malaysia kapal mereka dirampok oleh OTK di perairan Aceh, lalu kapal mereka terombang ambing tanpa satelit GPS yang mendeteksi sehingga masuk melewati batas wilayah Indonesia.
“Suami kami melihat ada kapal asing teritorialnya Polis Diraja Malaysia mendatangi kapal yang ditumpangi mereka, setelah sampai mereka diperiksa lalu digiring berikut kapalnya pada Kamis 17/01/2019). Kemudian kapal ditarik ke dermaga Malaysia sedangkan keenam ABK ditahan dengan tuduhan memasuki teritorial Malaysia tanpa izin,” ujar Jamalia.
Mengetahui suami mereka ditahan di Malaysia, keenam istri nelayan sepakat menemui Ketua Mantab Sawaluddin Pane untuk mendampinginya, Senin (21/01/2019) menemui bupati Batubara untuk bermohon agar mengupayakan pembebasan suami – suami mereka.
“Kami berharap Bupati Batubara Zahir dapat menolong agar suami kami yang ditangkap di Malaysia dapat dibebaskan,” ujar para istri nelayan.
Sawalluddin Pane menambahkan, informasi didapat dari pihak polisi Malaysia yang mengatakan, apabila perwakilan Pemerintah setempat datang ke Malaysia, keenam nelayan tersebut akan dibebaskan. “Makanya kami datang menemui bupati hari ini,” kata Sawalludin.
Dari pertemuan tersebut, para istri nelayan mendapatkan kabar baik sebab bupati Batubara langsung memerintahkan tim untuk menjemput enam orang nelayan tradisional yang tertangkap di Malaysia.
Setelah mendengar penuturan para istri nelayan, bupati Batubara saat itu juga langsung memerintahkan tim yang dipimpin H Darius, SH berangkat menjemput mereka di Malaysia.
Atas kabar baik itu, keenam istri nelayan merasa lega dan gembira atas sikap Bupati yang langsung respon dengan mengirim tim untuk menjemput suami mereka di Malaysia.
“Sabar ya ibu-ibu, saya hari ini kirim tim untuk menjemput suami ibu-ibu,” ujar bupati sambil menenangkan keenam istri nelayan. Od-Sai







