HeadlineSumatera UtaraTak Berkategori

Bupati Taput Terancam Dilapor ke Bareskrim Polri, Diduga Gelapkan Duit Rp5,9 Miliar

Tarutung-ORBIT: Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan segera dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri dengan tuduhan melanggar Pasal 378 KUHP atas dugaan melakukan penipuan dan atau penggelapan sebanyak Rp5,9 miliar lebih dengan alasan pembelian sebuah apartemen di Jakarta.

Angka fantastis Rp5,9 miliar lebih mengalir kepada sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah atas persetujuan Nikson Nababan selaku bupati Tapanuli Utara.

Diungkapkan Banjir Simanjuntak, awal adanya transaksi permintaan uang bernilai Rp5,9 miliar lebih adalah atas pertimbangan persahabatan baik mereka (Banjir dan Nikson) sejak 2014 silam.

“Persahabatan baik kami terjalin sejak perhelatan Pilkada 2014 lalu, saya saat itu gagal pada putaran pertama Pilkada Taput. Dengan upaya mediasi saudara David Hutabarat kala itu mengajak saya bergabung mendukung Nikson Mauliate pada putaran kedua dan berlanjut hingga adanya pinjam meminjam itu,” ungkap Banjir.

Banjir menambahkan, pada Desember 2015 pertama sekali melakukan pembicaraan yang sangat serius dengan Nikson Nababan. Saat itu Nikson Nababan mengatakan kepada Banjir Simanjuntak ada niat untuk membeli apartemen di Jakarta dengan alasan apabila Nikson Nababan berangkat ke Jakarta selalunya dikerumuni teman-temannya di hotel.

Sekaitan dengan alasan tersebut Nikson Nababan mengajukan permohonan kepada Banjir Simanjuntak. “Berikan Pak Banjirlah dulu uang kepada Indra Simaremare biar dapat saya belikan apartement dan bapak sampaikan kepada Indra Simaremare ini pesan dari saya,”  terang Banjir Simanjuntak menirukan percakapan Banjir Simanjuntak dengan Nikson Nababan pada Desember 2015.

Terang Banjir Simanjuntak kembali, keesokan harinya dia menemui Indra Simaremare ke kantor Bappeda. Lalu dia menceritakan perbincangan mereka dengan Nikson Nababan. Sekaitan dengan itulah, 15 Desember 2015 Indra Simaremare meminta Rp500 juta rupiah.

Selanjutnya, terang Banjir Simanjuntak, pada 31 Desember 2015 Kepala Dinas PUPR Ir Anggiat Rajagukguk meminta Rp50 Juta dan hal ini dia pertanyakan kepada Indra Simaremare karena belum ada perintah dari bupati Nikson Nababan kepadanya.

“Kemudian Indra Simaremare mengatakan kepada saya agar diberikan saja. Dan pada 15 Juni 2016 kepala Bappeda Taput, Indra Simaremare, meminta kepada saya sebesar Rp500 juta melalui pengiriman Bank Sumut. Begitulah terus berlanjut sehingga terkumpul sebesar Rp4.625.000.000 melalui Indra Simaremare,” ungkapnya.

Komentar Facebook
1 2 3Laman berikutnya

Artikel Terkait