Camat Sinar Imbau Perangkat Desa Tak Tergiur Iming-iming Jadi PNS

Tobasa – ORBIT : Para Tenaga Honorer dan Perangkat Desa di Kecamatan Siantar Narumonda (Sinar) dihebohkan oleh seseorang yang mengaku pejabat dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Toba Samosir (Tobasa).

Hal itu diungkapkan oleh sejumlah Kepala Desa dan Para Perangkat Desa yang ditemui saat berkumpul di kantin Kantor Kecamatan Sinar pada Senin (1/4).

H Marpaung, salah satu Kepala Desa di Narumonda menceritakan bahwa selulernya dihubungi oleh seseorang yang mengaku bernama Ronald Simatupang (RS), Pejabat di BKD Kab. Tobasa dan mengaku memiliki jaringan ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Pusat di Jakarta.

H Marpaung menuturkan, RS saat itu menanyakan dirinya apakah Sekretaris desanya (Sekdes) sudah berstatus Pegawai Negari Sipil (PNS) atau bukan. Selain itu RS juga mengatakan kalau perangkat desanya bisa diangkatnya jadi PNS.

“Katanya, dia punya jaringan hingga ke BKN Pusat di Jakarta. Jadi, bagi yang mau diangkat PNS harus memberi uang terimakasih ke BKN terlebih dahulu dengan jumlah berkisar antara 40 hingga 70 juta rupiah,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan salah seorang Perangkat Desa Narumonda 6. Dirinya mengaku juga dihubungi oleh RS sejak Jumat hingga hari ini (Senin, 1/4) dan memastikan bisa mengangkatnya jadi PNS.

“Saya katakan tadi bahwa saya tidak punya uang sebanyak itu, saya cuma punya 15 juta saja. Saat itu, dia (RS) bilang segitu juga bisalah, nanti dia bicara sama kawannya di BKN Pusat. Lalu dia memberikan Nomor Rekeningnya,” ujarnya seraya menunjukkannya DMS RS di selulernya.

Di seluler milik perangkat desa itu tertulis SMS Nomor Rekening yang diberi oleh RS yakni : BRI a/n CHAIRUL UMAM, nomor 4242-0101-0063-535. Sedangkan nomor seluler RS sendiri yakni 085241569019.

Sementara itu, Camat Sinar, Pintor Pangaribuan saat dikonfirmasi media di kantornya mengatakan bahwa hal itu sudah diketahuinya pada Jumat (28/3) sore.

Pintor mengatakan, begitu dirinya mengetahui perihal itu, dirinya langsung melakukan koordinasi ke BKD Kab. Tobasa. Ternyata dari BKD diperolehnya informasi bahwa itu adalah penipuan dan sudah berlangsung sejak tahun 2018 silam.

“Penipu ini (RS dan rekannya) memperoleh nomor seluler para Sekdes non PNS dan para perangkat desa itu dari Kepala Desa masing – masing dengan alasan perbaikan berkas oleh BKD. Nah, mendengar itu para Kades tidak curiga lalu memberikan nomor para perangkatnya,” urai Camat.

“Itulah modus awalnya. Mereka mengaku sebagai staf dari BKD dan akan melakukan perbaikan berkas sehingga dengan mudahnya mereka mendapatkan nama serta nomor seluler semua perangkat desa yang mereka inginkan. Lalu terjadilah penipuan dengan iming – iming pengangkatan PNS,” imbuh Pintor.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa hampir semua perangkat desa yang ada di Kecamatan Sinar itu dihubungi oleh RS. “Sesuai informasi yang saya peroleh dari beberapa rekan camat bahwa di Kecamatan Laguboti dan Balige modus penipuan ini juga terjadi,” kata Pintor.

Dalam kesempatan itu, Pintor menghimbau segenap Sekdes non PNS serta perangkat desa agar berhati – hati bila mendapat telepon yang katanya bisa meloloskannya jadi PNS.

“Jangan langsung tergiur dengan iming – iming bisa diangkat jadi PNS. Informasi seperti itu jangan langsung diterima mentah  mentah  tetapi ujilah terlebih dulu setiap informasi yang diperoleh itu ke instansi terkait,” pungkas Pintor.

Informasi yang diperoleh media, bahwa seorang Perangkat Desa di Sitorang Jae sudah menjadi korban RS. Perangkat Desa itu kabarnya sudah mentransfer uang sebesar 15 juta rupiah ke RS. (Od-BBT)