Data Luka 6 Polisi yang Jadi Korban Demo Ricuh BLT di Madina

oleh -171 views
Dua personel Polres Madina yang harus menjalani perawatan intensif pasca aksi demonstran BLT ricuh di Madina. (orbitdigitaldaily.com/HO)

PENYABUNGAN – Sebanyak enam personel kepolisian terluka kena lemparan batu dan kayu, saat melakukan pengamanan aksi unjuk rasa di Desa Mompang Julu, Kecamatan Penyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Senin (29/6/2020).

Aksi demo yang dilakukan ratusan warga ini, sebagai bentuk protes terhadap kepala desa (kades) terkait pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) Rp 600 ribu yang bersumber dari dana desa.

Keenam polisi tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Penyabungan, untuk mendapatkan perawatan medis.

“Untuk para korban saat ini mendapat perawatan di RSUD Panyabungan,” kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja, Senin (29/6/2020) tengah malam.

Adapun identitas para korban yakni:

1. AKP J Hutajulu, luka robek pada tulang kering kaki kanan.

2. Aipda AB Siagian, luka memar di kaki akibat lemparan batu.

3. Bripda WA Putra, terkilir bahu kiri.

4. Bripka AR Kurniawan, luka robek pada kelopak mata sebelah kiri.

5. Briptu M Arif, luka dan memar di kepala

6. Bripka H Sitorus, luka memar di bagian kepala.

Kombes Tatan menambahkan, keenam personel itu terjun langsung untuk pengaman aksi unjuk rasa.

Hingga Senin malam aksi demo masih berlangsung karena belum adanya titik terang terkait tuntutan warga.

Tatan mengatakan, anggota TNI dan Polri masih turut berjaga dan siaga di lokasi untuk menghindari terjadinya aksi ricuh susulan.

“Untuk update di lokasi, info yang saya dapat saat ini lagi pembacaan keputusan oleh Bupati tentang pemberhentian Kades. Kabar selanjutnya akan saya informasikan,” ujarnya.

Diketahui, ratusan warga Desa Mompang Julu, Kecamatan Penyabungan Utara, Kabupaten Madina berunjuk rasa memprotes pembagian BLT senilai Rp 600 ribu yang bersumber dari dana desa.

Aksi demo berujung ricuh. Massa melakukan blokade jalan lintas Sumatera (Jalinsum) dan pembakaran di tengah jalan.

Massa yang diperkirakan berjumlah 300-an orang membakar dua mobil dan satu sepeda motor.

Kendaraan yang dibakar yakni mobil dinas Wakapolres Madina, Suzuki Baleno dan sepeda motor milik warga sipil.

Alat berat saat menyingkirkan bangkain mobil dari pinggir jalan yang dibakar warga demonstran. (orbitdigitaldaily.com/HO)

Selain itu, warga juga melempari batu dan kayu ke arah personel kepolisian yang melakukan pengamanan.

Kombes Tatan mengatakan, aparat kepolisian telah mengambil langkah-langkah persuasif dan komunikasi dengan perwakilan warga. Kala kejadian itu, kemarin malam, Tatan mengatakan massa yang melakukan aksi melibatkan anak-anak.

“Massa juga melibatkan anak-anak untuk melakukan aksi tersebut. Hingga saat ini personel gabungan dari TNI – Polri masih bertahan di Jalinsum Medan-Padang tepatnya RM Mandira. Begitu juga dengan massa masih terkonsentrasi pada titik kumpul awal aksi pemblokiran Jalinsum Medan-Padang tepatnya di Desa Mompang Julu Kecamatan Panyabungan Utara,” ujarnya.

Dalam orasi massa, kata Tatan, massa menyebutkan bahwa Kades Mompang Julu tidak transparan dalam pengelolaan dana desa (DD) serta diduga terjadi praktik KKN.

“Jadi mereka meminta klarifikasi dan informasi dari Kepala Desa Mompang Julu Bapak Hendri Hasibuan tentang Dana Desa Anggaran TA 2018-2020,” jelas Tatan.

Massa juga meminta kepada Bupati Madina untuk mencabut SK Kepala Desa Mompang Julu.

“Negosiasi antara massa pemblokir jalan dilakukan untuk dapat membuka akses jalinsum dan akan memproses tuntutan massa pendemo tentang transparansi penyaluran BLT oleh kepala desa selambat-lambatnya 5 hari. Namun, massa tidak menerima dan meminta agar Bupati Madina segara mengeluarkan surat pemecatan terhadap kades. Hasil mediasi tidak mendapat titik temu sedangkan massa tetap melaksanakan aksi pemblokiran jalan,” jelas Tatan.

Sementara itu, Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin saat dihubungi melalui aplikasi WhatsApp, mengatakan kericuhan yang terjadi karena masalah sembako.

“Unjuk rasa masalah sembako,” jawabnya singkat, Senin malam.

AKBP Horas Silalahi menuturkan dugaan permasalahan yang terjadi diduga terkait tuntutan kades untuk mundur. “Tuntutan kades untuk mundur,” jelasnya.

Turunkan 1 SSK Brimob

Polda Sumut menurunkan bantuan personel untuk pengamanan aksi unjuk rasa yang berujung ricuh tersebut.

Sebanyak 1 Satuan Setingkat Kompi (SSK) personel Brimob diterjunkan ke Madina.

Komandan Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Sumut, Kompol Buala Zega, mengatakan, pihaknya sudah berada di lokasi untuk mengamankan situasi yang tengah memanas.

“Personel Batalyon C sebanyak 1 SSK sudah disiagakan,” katanya, Senin malam.

Dalam pengamanan tersebut, personel Brimob juga menurunkan kendaraan Ranjabyon sebanyak satu unit, dan Randis R-6 sebanyak tiga unit.

“Untuk pengamanan para personel disiapkan rompi PHH 70 unit, T Sekat 30 unit, T Fiber 30 unit. Tongkat Lecut 30 unit, senjata PHH Flas ball 2 pucuk, helm Kevlar sebanyak 33 buah dan body Vest sebanyak 33 buah,” ujarnya.

Sumber: tribun-medan.com