Di Aceh Singkil, Minat Belajar Agama Islam Tinggi, Disdik Tambah Jam Pelajaran

oleh -139 views
Bupati Dulmusrid didampingi Kadis Pendidikan dan para Kabid usai monev di Kantor Disdik setempat, Rabu (1/7/2020) petang

ACEH SINGKIL-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sedang menyusun draf Perbup, untuk penambahan jam pelajaran Agama Islam di Kabupaten Aceh Singkil.

Ini dilakukan untuk mensiasati minimnya murid SD maupun setingkat SMP yang masuk ke sekolah-sekolah umum di Aceh Singkil sejak beberapa tahun terakhir.

Persoalan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Singkil, Khalilullah kepada Bupati Dulmusrid diruang kerjanya, saat melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) pencapaian kinerja Pemerintah Kabupaten di beberapa dinas, terkait bidang pendidikan, kesehatan serta pelayanan terhadap masyarakat.

Dalam monitoring di Dinas Pendidikan tersebut Bupati menyoroti terkait persoalan menurunnya minat para orang tua untuk menyekolahkan anaknya di sekolah-sekolah umum atau sekolah formal.

Bupati Dulmusrid didampingi Kadis Pendidikan Khalilullah serta sejumlah Kabid , dikonfirmasi Orbitdigital, Rabu (1/7/2020) petang, usai melakukan pertemuan tertutup dengan pejabat di Lingkungan Dinas Pendidikan mengatakan, monitoring ini dilakukan untuk melihat pencapaian kinerja pemerintah. Jika ada yang kurang akan menjadi program prioritas dan segera diperbaiki.

Monev juga sebagai referensi sebuah laporan pencapaian kinerja, menyangkut perbaikan mutu pendidikan dan tidak hanya mengejar kegiatan fisik.

Disebutkannya, dinas pendidikan telah mencari akar permasalahan yang menyebabkan krisis anak didik di sekolah umum tersebut.

Sehingga Disdik harus segera mensiasati dan mengambil tindakan memasuki tahun ajaran mendatang.

“Banyak orang tua yang memasukkan anaknya ke pesantren. Bukan berarti tidak baik, sangat baik. Namun kita harus mengikuti keinginan orang tua. Bahwa masyarakat sekarang lebih memilih memasukkan anaknya kesekolah agama,” ucap Dulmusrid.

Sehingga untuk mengikuti keinginan orang tua itu, sekolah umum yang selama ini sedikit pelajaran Agama Islam, kedepan akan ditambah.

Saat ini Disdik sudah melakukan analisa dan selanjutnya akan dikeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) untuk penambahan jam pelajaran Agama Islam di sekolah formal.

Namun jam pelajaran tersebut perlu disinergikan dan kolaborasi dengan kepala badan dayah terkait, agar disesuaikan dengan kurikulum pelajarannya, terangnya.

Kemudian katanya, kedepan tidak ada lagi anak yang putus sekolah. Dinas pendidikan harus melakukan jemput bola dan mendata anak-anak yang putus sekolah.

“Didatangi, ditanya apa penyebabnya gak sekolah, kalau gak mampu bisa dibantu dari dana BOS, dan bisa ikuti sekolah paket. Sebab di zaman sekarang ini pendidikan dan ilmu sangat penting,” tandasnya.

Disamping itu, persoalan pendidikan lainnya, masih ada beberapa sekolah yang mengalami kekurangan guru. Sehingga kedepan akan dilakukan pemerataan, yakni guru yang masih dekat dengan kecamatan bisa memenuhi kekurangan guru disekolah yang terdekat.

Termasuk di Pulau Banyak, beberapa sekolah masih mengalami kekurangan guru.

“Dinas Pendidikan, BKPSDM, Baperzakat akan membentuk tim dan membuat rekomendasi, mencari guru yang terdekat agar bisa saling tukar mengisi kebutuhan guru. Karena jika dipaksakan pengajaran juga bisa tidak maksimal,” ujarnya

Reporter : Saleh