HeadlineSumatera Utara

Dianggap Menyalahi, Dua Hari Warga Bertahan Demo Tambang Dolok Sipalakki

Dolok Sanggul-ORBIT: Ratusan masyarakat Dusun Peabolak dan Dusun Lumban Sonang Desa Saitnihuta Kecamatan Dolok Sanggul Kabupaten Humbang Hasundutan masih terus bertahan selama dua hari ini menggelar aksi protes atas penambangan batu di Dolok Sipalakki.

Mereka tidak terima atas penambangan yang dinilai telah menyalahi titik koordinat sesuai Surat Keterangan Kepemilikan Tanah/Penguasaan Tanah Nomor 140/19/SKPT/VI/2016 oleh kepala desa Saitnihuta. Sehingga disinyalir para pengusaha tambang hanya mengantongi izin abal-abal dalam melakukan kegiatan tambang tersebut.

“Perjuangan kami sudah hampir satu tahun. Sesuai surat kesepakatan Forkofimda Humbahas akan membekukan izin Koperasi penambang yang kami nilai sudah menyalahi titik koordinat sesuai SKPT yang dikeluarkan kepala desa Saitnihuta”, terang Soritua Simamora di lokasi dolok Sipalakki.

Lanjut Soritua Simamora bahwa tanah lokasi penambangan yang dilakukan Koperasi Serba Usaha Pangalengge Siopat Ama, adalah milik masyarakat dua Dusun Peabolak dan Dusun Lumban Sonang. Untuk mengatasi kemelut itu, masyarakat menuntut pemerintah Humbahas agar segera menetapkan tapal batas kepemilikan penguasaan tanah di empat dusun Desa Sait Nihuta.

“Bahkan pada tanggal 17 Mei 2018, kita sudah turun kelokasi bersama Forkofimda menyatakan mulai hari ini aktifitas dibekukan di dolok Sipalakki sampai ada titik terang perdamaian diantara yang bertikai dan disusul surat kesepakatan oleh Forkofimda kepada kita”, pungkas Soritua Simamora dihadapan ratusan pendemo.

Diitegaskan Soritua, mereka akan tetap bertahan dilokasi sampai ditanggapi oleh pemerintah Humbahas karena tanah lokasi penambangan adalah milik masyarakat dua dusun.

Sementara itu,Bupati Humbang Hasundutan, Dosmar Banjarnahor SE yang berulangkali dihubungi via telepon seluler juga sms belum mau memberikan keterangan kepada ORBIT.

Sedangkan Kadis perizinan dan Penanaman Modal Kabupaten Humbang Hasundutan, Drs Rudolf Manalu saat dihubungi ORBIT, mengatakan akan menyelesaikan masalah tersebut secepatnya, karena masih tahap rapat pembahasan saat berlangsungnya aksi demo.

“Saat ini kami masih rapat di kantor Bupati tentang hal tersebut. Hasilnya besok akan ada keputusan yang lebih tegas dari Pemkab terkait dengan permasalahan tersebut, thks ya”, jawab Rudolf Manalu kepada ORBI.Od-Jum

Komentar Facebook
Tags

Artikel Terkait