Disebut Pelit Buat Rahmadsyah Tega Bunuh 2 Anak Tirinya di Areal Sekolah Global Prima

oleh -214 views
Tersangka Rahmadsyah, ayah tiri di Medan yang membunuh dua anak tirinya saat menjalani pra rekonstruksi di sekitar areal sekolah Global Prima. (orbitdigitaldaily.com/Diva Suwanda)

MEDAN – Polisi berhasil membekuk pelaku pembunuhan dua bocah di seputaran komplek sekolah Global Prima di Jalan Brigjen Katamso.

Guna memenuhi berkas penyelidikan, pascadibekuk polisi menggelar pra rekonstruksi aksi pelaku yang menyebabkan dua anak tirinya Ikhsan Fatahilah (10) dan Rafa Anggara (5) tewas mengenaskan

Terungkap dalam gelaran yang berlangsung di areal sekolah Global Prima Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun, Rahmadsyah (28) melakukan belasan adegan di 2 titik areal sekolah.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko tampak hadir dalam kesempatan itu. Ia tampak memimpin langsung.

“Pra-rekonstruksi ini berlangsung 17 adegan,” ungkapnya kepada wartawan didampingi Wakapolrestabes AKBP Irsan Sinuhaji, Kasat Reskrim Kompol Martuasah Tobing dan Kapolsek Medan Kota Kompol Rikki Ramadhan, Senin (22/6/2020) sore.

Riko menjelaskan, kejadian ini bermula ketika Jumat (19/6/2020) malam, di mana ibu korban Fahtulazanah (30) mengantarkan kedua anaknya ke rumah neneknya di Jalan Brigjen Katamso, Medan Maimun.

Setelah diantarkan, pada malam itu juga, kedua korban menjumpai ayahnya yang berada di rumah kontrakan di Jalan Brigjen Katamso, Gang Abadi.

Lokasi kontrakan itu tepat berada di belakang sekolah Global Prima.

“Di situ, kedua korban meminta dibelikan es krim,” jelasnya.

Namun karena tidak ada uang, tersangka Rahmadsyah lalu menolak permintaan kedua anak tirinya tersebut. “Pengakuan tersangka karena ditolak, kedua korban mengatakan bapak pelit, dan akan mengadu ke ibunya untuk mencari bapak baru,” jelasnya.

Mendengar perkataan itu, tersangka kemudian mengamuk dan membeturkan kepala kedua korban ke dinding. 

Tak puas, tersangka yang sudah gelap mata, bahkan menginjak-injak tubuh korban untuk memastikan kedua korban meninggal dunia. 

Kemudian, jasad korban dibuang masing-masing di parit dan di belakang bangunan areal sekolah.

“Lalu pada Sabtu (20/6/2020) ibu korban sempat menanyakan keberadaan kedua anaknya, tapi tidak dijawab oleh pelaku, dan raut wajahnya ketakutan,” terangnya.

Ibu korban mulanya menyangka, kedua anaknya berada di rumah neneknya. Namun baru pada Minggu (21/6/2020), pelaku mengirimkan chat lewat massenger (facebook) ke istrinya, kalau kedua anaknya sudah meninggal dunia).