MADINA l Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Pusat, PT Pertamina (Persero), dan seluruh pemangku kepentingan atas kerja sama dan respon cepat dalam pemulihan infrastruktur pasca bencana.
Sejak 19 Desember 2025, akses jalan dari arah Sibolga yang sebelumnya sempat terputus akibat banjir dan longsor, kini telah kembali normal.
Pemulihan jalur utama ini berdampak langsung pada peningkatan signifikan distribusi BBM ke wilayah Madina, yang sebelumnya terkendala selama masa tanggap darurat. Senin (22/12/2025).
Dalam kondisi darurat tersebut, Bupati Madina secara aktif melakukan koordinasi teknis dan administratif dengan Kementerian ESDM, BPH Migas, dan pihak Pertamina. Upaya ini dilakukan untuk menjamin kelangsungan pasokan BBM serta mencegah potensi kelangkaan di daerah terdampak.
Selama akses dari Sibolga tertutup, distribusi BBM ke Madina harus dialihkan melalui dua jalur alternatif Depo Pertamina Dumai (Provinsi Riau) dan Depo Pertamina Taluk Kabung (Provinsi Sumatera Barat).
Namun, keterbatasan logistik dari jalur alternatif tersebut menyebabkan pasokan tidak optimal. Setelah jalur Sibolga pulih, volume distribusi BBM harian meningkat drastis, tercermin dari data sebagai berikut:
Pertalite: dari rata-rata 22,5 KL menjadi 50,67 KL per hari, Biosolar dari 19 KL menjadi 58,67 KL per hari,
Pertamax dari 18 KL menjadi 34,67 KL per hari, Dexlite dari 8,5 KL menjadi 12 KL per hari.
Peningkatan ini merupakan hasil nyata dari kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BUMN strategis seperti Pertamina.
“Pemerintah Kabupetan Madina akan terus berkomitmen menjaga kelancaran distribusi energi sebagai bagian dari pemulihan pasca bencana dan pemenuhan layanan publik. Terima kasih atas dukungan semua pihak,” ujar Saipullah.
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk tetap menggunakan BBM secara bijak dan percaya bahwa ketersediaan energi akan terus dijaga dan dimonitor secara berkala.
Reporter : OD 29







