Diteliti Mahasiswa UNA, Jagung Pulut Sulawesi Segera Dikembangkan di Asahan

oleh -27 views
Hilda Yanti (kanan) didampingi dosen pembimbing Lokot Ridwan Batubara diladang jagung pulut yang tengah ditelitinya. ORBIT/ Amin

Kisaran-ORBIT: Jagung pulut yang hanya ditemui di daerah Indonesia Bagian Timur
seperti Sulawesi dan Nusa Tenggara kini akan dibudidayakan dan berkembang di Asahan.

Bagi sebahagian masyarakat memang nama jagung pulut atau jagung ketan ini sangat asing didengar. Oleh karenanya banyak yang tidak mengetahui rasa bahkan belum pernah sama sekali mencicipinya. Tekstur jagung pulut yang lengket dibarengi rasa yang manis ini membuat jenis jagung ini berbeda dari jagung yang biasa dimakan.

Tidak lama lagi masyarakat Kabupaten Asahan akan segera mencicipi nikmatnya jagung ketan ini. Sebab Universitas Asahan saat ini melalui Fakultas Pertanian Jurusan Argoteknologi, sedang melakukan penelitian aplikasi mikoriza pada jagung ketan.

Penelitian jagung pulut yang dibimbing oleh dosen Asep Rodiansah SP MSi, salah seorang dosen Agroteknologi yang punya motto “Canggih Gak Usah Mahal yang Penting kreatif”.

Asep adalah salah satu dosen yang mempunyai banyak koleksi tanaman sesuai dengan keahliannya sebagai Breeder (pemulia) tanaman.

“Awalnya penilitian ini (jagung ketan) berawal dari salah seorang mahasiswa bernama Hilda Yanti br Torus Pane yang akan menyelesaikan tugas skirpsi dengan memanfaatkan lahan bekas perkebunan kakao milik kakeknya,” kata Asep, Selasa (14/8/2018).

Dikatakan Asep saat itu, Hilda mengutarakan niatnya kepada dosen pebimbing ahli hama dan penyakit tanaman Syafrizal Hasibuan, kemudian dirujuk kepada Asep. Hilda pun menceritakan kalau ia sedang melakukan penelitian jagung berwarna ungu tua.

“Selanjutnya Hilda bergegas menemui Ir Lokot Ridwan Batubara MSi, dosen pembimbing kedua, dan gayung pun bersambut, dosen pembimbingnya sangat setuju Hilda meneliti sesuatu hal yang baru terutama di Sumatra ini,” jelas Asep.

Dari ketiga dosen tersebut Hilda mendapatkan banyak masukan, dengan mengkombinasikan antara Ilmu Genetika, hama penyakit tanaman dan Bioteknologi Pertanian sehingga tema penelitiannya adalah Aplikasi Mikoriza pada jagung pulut turunan F2.

Dalam menjalankan penelitiannya, Hilda banyak sekali belajar tentang bagaimana Mikoriza dapat berperan mengefisienkan penyerapan unsur fospor pada tanaman dan juga belajar hama dan penyakit jagung secara langsung.

Selain itu dia belajar bagaimana segregasi warna pada biji jagung. Penelitian tersebut juga diapresiasi oleh salah seorang dosen lainnya, Lokot Ridwan Batubara.

Menurutnya, keberhasilan suatu penelitian sangat tergantung dari kerjasama yang solid antar tim. Dalam hal ini terjalin koneksi yang baik antara dosen pebimbing dan mahasiswa yang menjalani penelitian.

“Saya senang berkolaborasi dan mendorong sesuatu yang baru bagi perkembangan Pertanian khususnya di Sumatra Utara ini, diharapkan beberapa tahun lagi Universitas Asahan bisa merilis varietas jagung hasil penelitian sendiri dengan nama Varietas UNA” kata Lokot Ridwan. Od-Amin