Aceh  

Forkopimkab Abdya Terbitkan Seruan Tentang Pelaksanaan Ibadah Selama Ramadan

Forkopimkab Abdya teken Seruan Bersama dalam menjalankan ibadah selama bulan Ramadan

ABDYA | Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimkab) Aceh Barat Daya (Abdya) menerbitkan Seruan Bersama tentang pelaksanaan ibadah selama bulan suci Ramadan 1445 Hijriah/2024 Masehi.

Seruan Bersama tersebut ditandatangani oleh Pj. Bupati Abdya Darmansah SPd MM, Ketua DPRK Abdya Nurdianto, Dandim 0110/Abdya Letkol. Inf. Beni Maradona SSos, Kapolres Abdya AKBP Agus Sulistianto SH SIK, Kajari Abdya Heru Widjatmiko SH MH, Ketua Pengadilan Negeri Blangpidie Munawar Hamidi SH, Ketua Mahkamah Syari’yah Blangpidie Muhammad Nawawi SHI MH dan Ketua MPU Abdya Tgk. Muhamamd Dahlan SAg.

Kabag. Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Sekretariat Daerah Kabupaten Abdya Indra Darmawan SE Selasa (19/3/2024) mengatakan, Seruan Bersama ini diteken bersama pada tanggal 4 Maret 2024, yang bertujuan untuk meningkatkan semangat kekhusyukan, dan keikhlasan selama menjalankan ibadah puasa ramadhan khususnya bagi umat muslim dalam kabupaten Abdya, sehingga perlu dikeluarkan beberapa anjuran dan imbauan yang harus ditaati bersama.

Selain itu, Indra juga menjelaskan, adapun poin pertama dalam himbauan tersebut adalah diharapkan kepada umat muslim dan muslimat untuk dapat melaksanakan ibadah puasa dengan penuh keimanan dan ketaqwaan.

“Kepada umat muslim dan muslimat agar dapat menghidupkan masjid, meunasah dan tempat ibadah lainnya dengan shalat fardhu, tarawih, witir secara berjamaah, tadarus dan amalan sunnah lainnya” tambah Kabag.

Lebih lanjut, Kabag Indra menerangkan, bahwa dari seruan bersama tersebut khususnya kepada pemilik cafe, toko, kedai, kios dan tempat usaha lainnya wajib menghentikan aktivitasnya pada malam hari sampai dengan selesai pelaksanaan ibadah sunnah tarawih dan witir dan juga kepada penjual makanan dan minuman agar tidak berjualan pada siang hari sejak pagi sampai dengan waktu shalat ashar.

“Serta menghentikan segala aktivitas pada waktu-waktu shalat fardhu untuk melaksanakan ibadah,”ucapnya.

“Setiap orang, tempat usaha atau tempat ibadah lainnya dilarang untuk menyediakan makanan, melindungi dan memberikan fasilitas kepada orang yang tidak berpuasa pada siang hari”. sebut Kabag.

Dalam seruan bersama tersebut juga masyarakat dilarang menghidupkan bunyi-bunyian yang dapat mengganggu ketenangan orang yang melakukan ibadah didalam bulan suci ramadhan, seperti petasan, mercon, meriam bambu dan sejenisnya dan kepada masyarakat non muslim, agar menghormati dan menjaga kesucian bulan suci ramadhan.

“Terakhir kepada setiap muslim dilarang menghabiskan waktu dengan kegiatan-kegiatan yang dapat merusak kesucian bulan ramadhan, ujar Kabag Indra. 

“Atas diterbitnya seruan bersama tersebut Pemerintah Kabupaten Abdya akan melakukan pengawasan melalui personel Satpol PP dan Wilayatul Hisbah, agar pelaksanaan ibadah puasa di tengah masyarakat dapat berjalan sesuai syariat Islam, tanpa ditunggangi dengan kegiatan yang sia-sia dan mengotori kesucian bulan Ramadan” ungkapnya.

“Apabila nanti ditemukan pelanggaran-pelanggaran, kami akan dilakukan pembinaan yang ditingkatkan dengan peringatan dan apabila masih terulang, kita akan tindak sesuai dengan ketentuan yang berlaku,”demikian tegasnya Kabag.

Reporter : Nazli