Gaji Tertunggak, Kini Dipecat, Sulaiman Kepling di Kelurahan Hamdan Meradang

oleh -42 views

MEDAN – Puluhan warga Lingkungan I, Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun kecewa atas kebijakan Camat Medan Maimun yang memecat Sulaiman sebagai kepala lingkungan (Kepling).

Keresahan ini lantaran masyarakat di sana sudah merasa nyaman dengan Sulaiman yang kini telah berusia 66 tahun.

Dampak dari kebijakan sepihak itu, masyarakat protes dan membuat pernyataan sikap keberatan dan menyoal pengangkatan Kepling I yang baru.

Surat pernyataan tanggal 26 Juni 2019 itu kabarnya sudah diberikan kepada staf Kecamatan, Yan Hasibuan dan Lurah Hamdan.

Melalui surat tersebut, warga Lingkungan I sama sekali tidak mengenal kepling baru, didatangkan dari luar Kota Medan.

Setidaknya 36 warga di Lingkungan I memohon agar Camat meninjau ulang serta mengembalikan jabatan kepling kepada Sulaiman.

Sementara itu, Sulaiman mengatakan terkejut setelah 32 tahun menjadi Kepling kemudian dipecat sepihak tanpa surat keputusan (SK) Pemberhentian.

Pak Lai, julukannya mengungkapkan dengan gaji yang diterimanya Rp2,3 juta dari Pemko Medan selama ini dia sudah bersyukur.

Begitupun banyak suka duka yang dialaminya selama menjabat Kepling.

Yang paling sedih, katanya, ketika hendak berlebaran Idul Fitri 2019 6 Juni kemarin.

Menurutnya, kala itu ia tidak menerima gaji jelang lebaran.

Celakanya, kondisi tersebut masih terjadi sampai saat ini dia telah diberhentikan.

“Pernah gaji bulan Mei 2019 tidak ditransfer. Apa tidak sedih sekali, disaat orang menyambut lebaran dengan gembira tapi yang saya dapatkan sebaliknya. Anehnya, sampai saat ini belum dibayar juga,” ucap Sulaiman, sedih kepada orbitdigitaldaily.com, Selasa (8/10/2019)

Namun, belakangan mendapat informasi dari temannya sesama Kepling, kejadian itu hanya terjadi di dirinya.

Rekannya sesama kepling lain, kata Sulaiman, telah menerima gaji bulan Mei.

Kini, ia pun meradang. Setelah dirinya diberhentikan sepihak tanpa pemberitahuan. Malahan, kabar pemecatannya ini diketahuinya dari orang lain.

“Saat itu informasi dari temen-temen kepling, bahwa saya dipecat. langsung saya bertanya sama Camat, katanya saya dipecat dari kepling dan posisi saya digantikan oleh orang lain dari luar Medan,” ungkap Sulaiman .

Tak sampai disitu, Sulaiman juga  menanyakan langsung belum dibayarkannya gaji Mei ke Bendahara Pemerintahan Kota Medan.

Anehnya, jawaban yang ia dapat dari bendahara Pemko Medan, seluruh gaji kepling sudah disetorkan ke bendahara Kecamatan.

“Saya sudah tanya ke bendahara Pemko, katanya gaji kami sudah disetorkan ke bendahara Kecamatan.” beber Sulaiman .

Sementara itu, Camat Medan Maimun, Muhammad Yassir Rizka SSTP MSP melalui Lurah Hamdan, Asri, saat dikonfirmasi orbitdigitaldaily.com, dikantornya  Selasa(8/10/2019) kemarin mengatakan, pemberhentian Sulaiman mungkin karena faktor usia.

“Makanya  Camat menggantinya Dan terkait pemilihan kepling baru itu wewenang Kecamatan,” ungkapnya.

Asri mengatakan, benar Sulaiman digantikan oleh orang dari luar Medan, namanya Jasa Lubis.

“Sebelumnya Kepling lingkungan I  Sulaiman, diganti dengan Jasa Lubis. Kalau yang pilih Jasa Lubis sebagai kepling  tanya saja ke pak Camat,”  kata Asri kepada wartawan. Selasa (8/10).

Selanjutnya, saat ditanya reaksi warga membuat penolakan menggunakan spanduk terhadap kepling Jasa N Lubis.  Asri membenarkan bahwa warga sempat membuat spanduk terhadap penolakan kepling baru atas nama Jasa N Lubis.

“Memang warga sempat membuat spanduk penolakan kepling baru karena bukan warga Kelurahan Hamdan, tapi Jasa sudah urus surat pindah kemari, ” sebut Asri.  

Reporter: Tonijer Hutagalung