Gelar Ragam Warna Satu Panggung, Ini Tarian yang Ditampilkan di TBSU

oleh -678 views
Salahsatu tarian yang ditampilkan di kegiatan gelar seni budaya daerah di panggung terbuka TBSU. ORBIT/Ayub Badrin

Medan-ORBIT: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera melalui UPT Taman Budaya Sumatera Utara (TBSU) melaksanakan kegiatan gelar seni budaya daerah bertajuk “Ragam Warna Satu Panggung” bertempat di panggung terbuka TBSU, belum lama ini.

Gelar seni budaya daerah “Ragam Warna Satu Panggung” ini menampilkan sejumlah tarian seperti opening Dance Melayu, Jelang Subuh, Semaradana, Sarama Babiat, dan Sumut Harmoni yang dibawakan oleh para penari dari Sanggar MCDC Indonesia pimpinan Manchu. Juga diselingi sejumlah lagu-lagu daerah Sumatera Utara.

Secara keseluruhan tarian-tarian yang ditampilkan sangat dinikmati para penonton yang hadir pada sore hari itu. Para penari dengan lincah tampil apik dalam membawakan tariannya. Apalagi tarian yang ditampilkan sarat dengan sindiran dan kritikan.

Seperti Tari Jelang Subuh yang menggambarkan banyak umat (Islam) terlena dalam tidur dan melalaikan waktu Salat Shubuh. Kemudian Tari Sarama Babiat yang berisi kritikan maraknya penebangan hutan.

Kepala TBSU Deni Elpriansyah yang dibacakan Kasi Pergelaran Seni Budaya Syamsul Tajri menyampaikan, kegiatan ini bertujuan memotivasi para seniman untuk lebih giat dalam berkarya, dan memberi kesempatan kepada para seniman untuk dapat menyajikan karya-karya seni budaya daerah.

Kegiatan ini juga dimaksud untuk meningkatkan apresiasi dan kecintaan masyarakat terhadap seni budaya daerah sebagai upaya dalam membina, melestarikan dan mengembangkan seni budaya daerah.

Kadisbudpar Provsu DR Ir Hj Hidayati MSi dalam sambutannya yang dibacakan Kepala TBSU Deni Elpriansyah SH menyambut baik diselenggarakannya kegiatan gelar seni budaya daerah “Ragam Warna Satu Panggung” yang menampilkan sejumlah tarian bernuansa kedaerahan.

“Kita berharap para seniman khususnya koreografer dan penari untuk terus menampilkan karya-karya terbaiknya untuk membawa harum nama daerah Sumatera Utara ke tingkat nasional, bahkan internasional,” harap Kadisbudpar.

Sementara itu, Pimpinan Sanggar MCDC Indonesia Manchu saat diwawancarai usai pergelaran menyampaikan agar iklim berkesenian di Sumatera Utara akan lebih baik lagi di masa-masa mendatang.

“Untuk mencapai hal itu kita bangun kompetisi yang sehat di antara para seniman, dan kita harapkan pemerintah memberi kesempatan lebih banyak kepada semua seniman untuk bisa tampil dalam berbagai event yang dilaksanakan,” harapnya. Or-Yub