Hakim Tolak Saksi Ahli dari KPK atas Prapid 4 Tersangka Suap Gatot

oleh -284 views
Sidang ketiga yang digelar di Ruang Kartika beragendakan pembacaan replik, Senin (30/7/2018)

Medan-ORBIT: Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan menolak saksi ahli yang akan dihadirkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), namun ditolak atas kasus Praperadilan (Prapid) empat tersangka suap Gatot, Senin (30/7/2018).

Sidang ketiga yang digelar di Ruang Kartika itu beragendakan pembacaan replik. Tapi, Erintuah Damanik selaku hakim tunggal yang memimpin persidangan menolak saksi ahli yang dihadirkan kuasa hukum KPK.

“Hari ini, KPK berencana mengajukan bukti tertulis untuk kepentingan pembuktian kompetensi relatif.Tapi hakim menolak tanpa memberikan penjelasan dan alasan penolakan pada termohon. Kami berharap persidangan dapat dilakukan secara fair dengan menjujung tinggi independensi dan imparsialitas,” sebut Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam siaran persnya.

Febri menuturkan bahwa sebelumnya telah dilakukan persidangan dengan agenda Hari pertama Kamis (26/7) sidang pertama, Agenda pembacaan permohonan. Hari ke-2 Jumat (27/7) Jawaban KPK dan hari ke-Senin (30/7) Replik. Sedangkan besok di hari ke-4, Selasa (31/7) dijadwalkan pembacaan putusan sela terkait dengan kompetensi relatif.

“KPK mengajak publik untuk mengawal proses persidangan yang terbuka untuk umum ini agar dapat berlangsung secara lurus. Karena masyarakat memiliki hak untuk tahu dan mendapatkan informasi tentang perkembangan penanganan perkara dugaan suap terhadap sejumlah anggota DPRD Provinsi Sumut,” ucap Febri.

Perlu diketahui, para pemohon praperadilan adalah 4 orang tersangka yang sedang diproses di tingkat penyidikan oleh KPK. Yaitu WP (Washington Pane), MFL (M. Faisal), SFE (Syafrida Fitrie) dan ANN (Arifin Nainggolan).

Febri Diansyah mengatakan alasan praperadilan oleh pemohon adalah seperti bantahan bahwa tersangka WP tidak menerima uang dari eks Gubernur Sumut karena dirinya tidak pernah menandatangani kwitansi atau slio atau bukti transfer sebagai tanda terima uang.

Alasan yang sama juga disampaikan oleh tersangka ANN dan MFL. Sedangkan tersangka SFE beralasan tidak mengetahui tentang adanya dana ketok palu. Or-11