Hanya Sembilan Pasangan Gubernur/Wagub Dilantik Presiden, Ini Alasannya

oleh -267 views
Presiden Joko Widodo saat melantik melantik Gubernur dan Wakil Gubernur Masa Jabatan Tahun 2018 - 2023 di Istana Negara, Jakarta, Rabu 4 September 2018. TEMPO/Subekti

Sebanyak 17 Gubernur dan wakilnya di beberapa Provinsi di Indonesia telah terpilih pada Pilkada 27 Juni 2018 lalu. Namun, hanya sembilan pasangan yang hari ini dilantik oleg Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (5/9/2018).

Hal ini menjadi pertanyaan bagi sebahagian masyarakat. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dilansir dari nasional.tempo.co menjelaskan Presiden bisa melantik sembilan Gubernur terpilih lantaran masa jabatan gubernur sebelumnya telah habis. Atas dasar alasan itu pelantikan gubernur dan wakil gubernur hasil pilkada serentak 2018 akan dibagi menjadi empat atau lima tahap.

“Akan kami ajukan kepada Bapak Presiden melalui Menteri Sekretaris Negara (Pratikno) bisa empat sampai lima tahapan. Alasan lainnya adalah karena tidak ada yang menggugat kemenangan mereka ke Mahkamah Konstitusi,” ujarnya.

Pelantikan tahap kedua akan dilakukan antara 17 sampai 27 September 2018. Jokowi akan melantik gubernur dan wakil gubernur provinsi Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Barat. Untuk tahapan ketiga dan selanjutnya akan digelar tahun depan. Gubernur Lampung akan dilakukan Juni 2019 setelah selesai pilpres. “Jawa Timur juga awal tahun depan,” katanya.

Intinya, kata Tjahjo, pelantikan bisa dilakukan sepanjang telah diputuskan oleh Komisi Pemilihan Umum dan tidak ada gugatan ke Mahkamah Konstitusi.

Sembilan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur yang dilantik hari ini adalah:

1. Gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo- Taj Yasin.
2. Gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum.
3. Gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji-Ria Norsan.
4. Gubernur dan wakil gubernur Papua, Lukas Enembe-Klemen Tinal.
5. Gubernur dan wakil gubernur Bali, I Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardana.
6. Gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah.
7. Gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi-Lukman Abunawas.
8. Gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah-Sumarsono
9. Gubernur dan wakil gubernur Nusa Tenggara Timur l, Viktor Laiskodat- Josef Nae Soi.

OD-02