MEDAN | Asam potong dibuat dari irisan buah asam gelugur yang dikeringkan dengan proses penjemuran di bawah terik matahari. Asam potong dimanfaatkan sebagai bumbu masakan, bahan perasa minuman, bahan dasar pengobatan, dan bahan dasar kosmetika.
Salah satu tempat pengolahan Asam Potong terdapat di Desa Jati Kesuma Kecamatan Namo Rambe, Kabupaten Deli Serdang.
Dolatta Gurusinga (54) bersama Istrinya Juliana Beru Ginting (52) salah satu yang memproduksi asam potong di daerah Namo Rambe menceritakan proses pembuatannya, Senin (21/7/2025).
“Dimulai dari proses pengambilan bahan baku Asam Glugur di pohonnya lalu dikumpulkan untuk di potong iris kemudian dimasukkan ke goni untuk dijemur di bawah terik matahari,”
Lokasi penjemuran pak Dolat hanya bisa menampung 1 Ton Asam potong. Sedangkan penjualannya sampai ke Kota Medan, juga ada yang datang langsung untuk membeli.
Dollat yang mempunyai 4 orang anak memiliki 10 orang pekerja. Ia juga mengatakan penjualan 1 ton Asam potong menghasilkan Rp 200.000,/ Hari untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari
Ia berharap perhatian pemerintah agar membantu menyediakan lahan untuk penjemuran maupun Koperasi pembiayaan agar usahanya terus berkembang dan bisa memperdayakan warga setempat untuk bekerja.
Sementara Juliana mengatakan usaha yang mereka geluti sejak dari awal berumah tangga.
” Ya gak ingat lagi pastinya sudah lama lah..dari awal berumah tangga. Bahan baku Asam potong kita dapat dari orang lalu dikumpuli untuk di potong kemudian kita jemur . Lalu dimana tempat harga jual tinggi kesitu kita bawa” ucapnya
Beru Ginting juga menambahkan untuk proses penjemuran jika cuaca bagus hanya memerlukan waktu 1 sampai 2 hari saja sudah kering.
“Sedangkan harga jual Asam potong Glugur dipasaran perkilonya Rp.23.500 hingga Rp.24.000. kegunaan nya sebagai bumbu masakan,” pungkasnya. (OM/011)







