Medan  

Hari ke-2 Operasi Yustisi di Medan, Pelanggar Disidang KTP Ditahan

MEDAN – Hari kedua Operasi Yustisi di Medan, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumut Irjen Pol Martuani Sormin bersama Gubsu Edy Rahmayadi dan Pangdam I/BB Irwansyah turun memantau pelaksanaannya.

Operasi Yustisi Tahun 2020 yang digelar hari ini Selasa (15/9/2020) dilakukan dengan pengecekan di sejumlah titik di seputaran Lapangan Merdeka Kota Medan dengan sasaran masyarakat yang tidak mematuhi anjuran protokol kesehatan.

Sasasannya bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker.

Selanjutnya, bagi masyarakat yang terjaring Operasi Yustisi akan mengikuti proses persidangan dengan kejaksaan yang digelar di halaman kantor Sat Lantas Polrestabes Medan.

Sepekan ini, para pelanggar akan diberikan sanksi oleh pihak kejaksaan berupa teguran atau tindakan fisik dan penahanan KTP selama tiga hari.

Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin mengatakan, dalam sepekan ini para pelanggar maupun pelaku usaha yang tidak mematuhi protokol kesehatan hanya diberi teguran.

Namun setelah pekan ini, sanksi berupa denda akan diterapkan kepada para pelanggar.

“Sanksi denda berupa Rp 100 ribu dikenakan bagi perorangan dan Rp 300 ribu bagi para pelaku usaha,” tegas Martuani.

“Jika para pelaku usaha masih tidak patuh maka tempat usaha akan ditutup sementara,” tambahnya.

Kapolda Sumut berharap dengan adanya Operasi Yustisi ini dapat menimbulkan kesadaran masyarakat betapa pentingnya mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

Ia mengungkap, masyarakat Sumut banyak menjadi korban paparan Covid-19 dan Sumut sendiri menempati urutan ketujuh sebaran kasus positif Covid-19 se-Indonesia

“Semoga masyarakat semakin patuh dalam menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas sehari-hari sehingga kasus positif Covid-19 khususnya di wilayah Sumut dapat berkurang dan tidak semakin banyak masyarakat yang terpapar,” pungkas Martuani. (Diva Suwanda)