HUT ke-4 Paguyuban Pecinta Tembang Kenangan, “Usia Boleh Tua Jiwa Tetap Muda”

oleh -170 views
Ketua P2TK Andy Riando pada HUT ke-4 P2TK, Sabtu (5/9/2020) kemarin.

MEDAN – Sabtu 5 September 2020 lalu menjadi hari jadi ke-4 Paguyuban Pecinta Tembang Kenangan (P2TK), sebuah wadah bagi musisi lawas pecinta tembang lawas di masa milenial.

HUT ke 4 P2TK yang digelar di salahsatu kediaman anggotanya, Aspan Asman selaku Ketua Pelaksana HUT yang berlokasi di Jalan Stela I kemarin itu berlangsung dengan suasana penuh kekerabatan.

Hujan deras yang turun semakin menambah syahdunya silaturahmi bagi mereka para musisi tembang kenangan.

Ketua P2TK Andy Riando menceritakan, paguyuban yang ia pimpin saat ini merupakan kumpulan seniman lawas dari sejumlah grup musik di Sumatera Utara (Sumut).

“Saya berharap dan member lainnya juga agar tetap eksis sebagai komunitas yang menampung seniman-seniman lawas di Medan, selain menjadikan wadah ini ajang silaturahmi,” ungkapnya Rabu (9/9/2020).

Untuk saat ini P2TK beranggotakan 50 musisi lawas se-Kota Medan dan Sumatera Utara (Sumut).  

Ia menyebut, berdirinya P2TK untuk mengumpulkan mantan-mantan seniman dan yang selama ini vakum dari kegiatan mereka.

“Jadi dengan wadah ini, mereka para seniman lawas pecinta tembang kenangan itu agar aktif kembali dengan seni. Apalagi sudah banyak yang pensiun, supaya bertemu lagi sesama seniman di Medan dan Sumatera Utara ini,” ujar Andy.  

Ketua Panitia HUT ke-4 P2TK

Seperti saat ini, banyak komunitas music baru bermunculan. Beragam-ragam aliran musiknya. Namun, ungkap Andy, yang namanya tembang kenangan tetap hanya di P2TK.

“Sehingga itu tadi, kita ingin mengumpulkan mereka para musisi tembang kenangan, para musisi musik-musik evergreen,” tuturnya.

Ia menerangkan, para anggota P2TK terdiri dari mantan pemusik seperti dari Band Bhayangkara (kepolisian), band tahun 70-an seperti  Destroyer bahkan ada juga dari dari Band Bukit Barisan Kodam.

“Sehingga di P2TK inilah semuanya menyatu kembali, mengingat kenangan masa mudanya dulu,” harap Andy.

Selain sebagai ajang silaturahmi para musisi lawas, P2TK juga memiliki program kerja peduli sosial ke depannya. Andy berharap P2TK juga bermanfaat bagi masyarakat banyak.

“Kita juga kedepannya akan melakukan serangkaian kegiatan sosial kepada masyarakat selain mengembangkan dunia seni. Badan boleh tua namun jiwa tetap muda,” pungkas Andy.

Untuk diketahui susunan kepengurusan P2TK terdiri dari Rasyid Hadi dan Robby Lomban sebagai penasehat. Ketua Andy Riando dengan Wakil Ketuanya Lilik Junaidi.

Untuk sekretaris ada nama M Joenaodhy dan Aspan Asman. Sementara Bendahara Yusraini Siregar dan Ida. (*)