Medan  

Ibu Ainun Sulap Sampah Plastik Jadi Barang Bernilai Ekonomis

Ibu Ainun Saniah warga Jalan Riau Timur Lk 2, Kecamatan Medan Belawan. (orbitdigitaldaily.com/Wawan)

MEDAN | Sampah menjadi masalah jika tidak dikelola dengan baik dan indonesia merupakan negara kedua penghasil sampah pelastik terbesar di dunia setelah negara China dari data program lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP).

Namun lain halnya dengan Ibu Ainun Saniah (66) warga Jalan Riau Timur Lk 2, Kecamatan Medan Belawan. Menjadi seorang aktivis lingkungan yang perduli terhadap sampah hingga membuat kreasi daur ulang. Senin (19/2/2024)

Mulanya seorang kader posyandu mempunyai hoby seni. Melihat sampah menggunung di TPA Medan. Ia mengumpulkan sampah plastik dan menyulapnya jadi tas hingga tikar.

“Berawal dari saya membuat kerajinan tangan seperti bunga dari kulit jagung di tahun 2007. Berkembang hingga membuat daur ulang sampah pelastik dengan nama Bengkel Kreasi Daur ulang kerajinan dari pelastik yang bekerjasama dengan Bank Sampah di tahun 2015. Bengkel kreasi daur ulang ini sudah sampai mancanegara seperti malaysa dan menjadi souvenir buat wisatawan asing yang berkunjung,” ujarnya.

Menurutnya untuk harga penjualan bervariasi dan beragam, mulai dari Harga Rp 5000 sampai Rp.350.000,- Dari sampah organik sampai non organik berupa pas bunga souvenir pernikahan, tas dompet, bunga, tikar, tote bag atau tas belanja.

“Buat pengerjaan saya dibantu ada 3 sampai 4 orang yang minat dan menjadi kader. Ya dari hasil ini Alhamdulillah saya bisa umroh,” jelasnya.

Sebagai masyarakat peduli lingkungan ibu Saniah sudah banyak mendapatkan penghargaan

“Untuk penghargaan sudah banyaklah ada belasan penghargaan yang saya dapat mulai dari Gubernur serta instansi pemerintahan seperti PTPN, KLHK, dan dari kampus kampus ternama di Kota Medan atas pelatihan dan menjadi nara sumber. Harapan kedepan semoga semakin banyak yg berbuat seperti saya, semakin berkurang nya sampah,” ujarnya.

Reporter : Wawan