TANAH KARO –Ditengah pandemi Covid-19, sangat berdampak bagi perekonomian masyarakat Tanah Karo khususnya kota wisata Berastagi. Dampak ekonomi itu tidak hanya terimbas bagi dunia usaha, tetapi juga disektor pekerjaan. Banyak pekerja harus meninggalkan pekerjaannya karena tidak lagi menghasilkan uang.
Berbagai jenis usaha dan pekerjaan yang selama ini bergantung kepada kunjungan wisatawa domestik maupun mancanegara terpaksa berhenti alias ditutup, karena tidak adanya pengunjung ke kota wisata itu, sehingga tidak menghasilkan uang.
Biasanya yang ramai dikunjungi wisatawan di Berastagi, selain hotel dan objek wisata Gundaling, pajak buah, kios-kios souvenir, kuliner jagung rebus, menunggang kuda/sado, jagung bakar, membeli hewan kelinci, rumah makan dan objek wisata Taman Mejuahjuah yang kesemuanya masih dalam satu kawasan. Namun akibat pandemi Covid-19, sehingga munculnya himbauan sosial distancing dan phsycal distancing mengakibatkan berimbas kepada sektor perekonomian masyarakat Berastagi.
Seperti yang dituturkan beru Sembiring pedagang kuliner di lokasi parkir Taman Mejuahjuah dekat pajak buah Berastagi, Minggu, (4/5/2020). Sudah lebih dua bulan, semua jenis usaha dan pekerjaan dilokasinya berjualan itu tutup dan tidak ada aktifitas sama sekali.
“lihatlah bang, perhatikan kios yang diseberang sana dan kios-kios serta lapak di leretan kami ini, tidak ada yang buka kan, mulai dari yang jual bunga, jual jagung, souvenir, pakaian, kuliner, termasuk yang jual buah tidak ada yang buka atau jualan. Lihat juga parkir, tidak ada satupun mobil yang parkir. Imbas Covid-19 ini. Kondisi ini tidak hanya berimbas kepada kami yang jualan, tetapi juga berimbas kepada pekerja parkir dan pemandu kuda serta pekerjaan lainnya. Keadaan ini sudah berlalu sekitar dua bulan,” tutur beru Sembiring.
Ditanya, apa alternatif lain pekerjaan untuk menutupi kebutuhannya, menjawab pertanyaan, beru Sembiring mengatakan, belum ada, untuk sementara kami sabar menunggu agar situasi Pandemi Covid-19 segera berakhir. “Bagaimanalah bang, kami tidak punya ladang, pekerjaan yang bisa kami kerjakan juga tidak mungkin kami kerjaan, karena keadaan ini (Covid-19). Jadi kami tetap bersabar dan berdoa kepada Tuhan supaya pandemi Covid-19 segera berakhir. Selain itu kami juga sangat berharap adanya perhatian dan uluran tangan pemerintah,” harapnya.
Sementara pemandu kuda di Berastagi, Sehat Hutasoit, Senin (4/5/2020) mengaku, dia tidak tau lagi berbuat apa-apa, selama berlangsungnya pandemi Covid-19 tidak ada lagi melakoni pekerjan lain. “Untuk biaya makanan kuda saja saya sudah kewalahan. Belum lagi untuk biaya kebutuhan hidup.
“Untuk itu minggu depan kami dari komunitas pemandu kuda di Berastagi sepakat akan beraktifitas seperti biasanya. Apapun yang terjadi kami sudah pasrah, karena tidak mungkin kami tidak bekerja. Kalau tidak ada pengunjung atau orang yang menunggang kuda kami itu persoalan lain, karena saya yakin tamu lokal pasti ada yang menunggang,’ yakinnya.
Sementara pengelola parkir di Berastagi Ody Sembiring mengaku bahwa beberapa pekerja yang bertugas dikawasan Jalan Veteran Bertastagi mulai dari persimpangan ex Bioskop Ria hingga tugu Perjuangan Berastagi dan kawasan pajak buah serta perparkiran Taman Mejuahjuah Berastagi menghentikan pekerjaannya. Karena tidak ada lagi kenderaan mobil yang diparkirkan.
“Mereka para pekerja parkir meminta sendiri berhenti bekerja sebagai juru parkir, karena tidak ada mobil pengunjung yang datang, sehingga tidak ada lagi penghasilan. Mungkin karena situasi pandemi Covid-19 dan adanya himbauan untuk tidak berpergian, sehingga orang (wisatawan) tidak datang berkunjung ke Berastagi. Jadi tidak ada lagi kutipan parkir di sekitar pajak buah, persimpangan bioskop Ria hingga Tugu Perjuangan Berastagi, karena tidak ada lagi yang mengutip,” kata Ody.
“Kalau keadaan seperti ini masih tetap berlanjut hingga dua bulan kedepan, saya khawatir banyak pekerja ditingkat bawah akan kelaparan, efeknya mereka akan melakukan apa saja untuk menghidupi anak dan istrinya. Hal ini harus kita antisipasi supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Untuk itu, saya berharap, supaya pemerintah mengambil langkah konrit guna mencari solusi penanganan masyarakat yang kehilangan pekerjaan. Kasihan mereka, mereka butuh perhatian dari pihak-pihak terkait,” ujarnya.
Reporter : Daniel Manik







