Film & Musik

Ini Cerita Unik di Balik Film ’22 Menit’

Medan-ORBIT: Film ’22 Menit’ mulai mengusik hati para pecinta film di Indonesia. Film yang mengangkat kejadian nyata bom Thamrin ini dijadwalkan akan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 19 Juli 2018 mendatang.

Film ‘22 Menit’ bercerita tentang Ardi (Ario Bayu), seorang polisi yang bersama dengan satuan kepolisiannya berhasil meringkus pelaku dan menetralisir suasana pasca ledakan dalam waktu 22 menit saja. Film ini juga dibintangi oleh Ade Firman Hakim, Ence Bagus, Hana Malasan dan Taskya Namya.

Selama proses pembuatan film, para pemain hingga sutradara dalam film 22 Menit memiliki cerita menarik. Mulai dari belajar kode, akting dengan api dan bom, menjadi polantas dan lainnya.

Selama syuting, para tim sangat dekat dengan aparat kepolisian karena dalam pembuatannya, Eugene Panji dan Myrna Paramita memang melibatkan dan mendapat bantuan institusi kepolisian. Mengingat, semua data mengenai kejadian tersebut dimiliki oleh instutusi tersebut.

Dilansir dari Jawapos.com mereka mengaku akhirnya tahu beberapa istilah unik dari satuan pengamanan dan pengayom masyarakat tersebut.

Aktor Ade Firman Hakim yang berperan sebagai polantas mengungkapkan ada satu istilah atau kode yang awalnya membuatnya bingung, yakni ‘stil’. Kemudian, dijelaskan oleh Aktor Ario Bayu bahwa kata itu berarti style atau gaya.

“Tadinya juga bingung pertama-tama. Ada yang membantu kami pak Krisna Mukti, dia pernah ngomong gini ‘Bay pokoknya loe tuh harus stil ya, harus stil ya’. Stil itu apaan? Terus dia bilang style. Tapi di kepolisian kita ngomongnya stil’,” ungkap Ario Bayu seperti dilansir dari Jawa Pos.

Oleh karena itu, lanjutnya, pantas saja semua anggota kepolisian, terutama yang masih belajar, sangat rapih dalam penampilan. Sebab, ada aturan tidak tertulis untuk selalu bergaya. Firman mengaku masih banyak kode lain yang dipelajarinya. Diantaranya adalah angkasa, yang merupakan kode untuk kejadian pelanggaran. Kemudian, bandung barat yang mengacu pada sebuah jalan utama di ibu kota.

Tak sampai situ, Ade Firman juga punya cerita lebih unik. Berakting menjadi polisi lalu lintas (polantas), membuatnya harus melakukan observasi. Bahkan, dia langsung terjun ke lapangan mendampingi polantas asli mengantur lalu lintas di jalan.

Selain Ade Firman, cerita juga datang dari Hana Malasan. Ia ternyata harus berakting dengan bom asli dengan ledakan skala kecil, di tengah kepungan api tanpa alat pelindung khusus. Begitu pun, ia mengaku tidak takut karena sudah dalam pengawasan pihak kepolisian yang sudah mengatur sedemikian rupa untuk keselamatannya.

Hal lainnya adalah penutupan jalan protokol. Penutupan sempat dilakukan untuk keperluan syuting. Untuk itu, Ario Bayu meyakinkan bahwa penutupan jalan tersebut tidak akan sia-sia. Sebab, film 22 Menit yang mengisahkan peristiwa memilukan teror bom di Jalan MH Thamrin tahun 2016 silam tersebut, diklaim tidak akan mengecewakan.

Keseruan apa lagi yang ada di film 22 Menit ? Mari kita saksikan langsung, 19 Juli mendatang.
OD-02

Komentar Facebook
Tags

Artikel Terkait