MADINA l Rehabilitasi (rehab) persawahan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menunjukkan progres signifikan. Pekerjaan rehab di area Tanggabosi, Kecamatan Siabu, yang sempat terkendala teknis akhir Mei lalu, kini telah rampung. Selasa (9/06/ 2026).
Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait menegaskan fokus utama rehab ini memulihkan akses masyarakat mengolah lahan. Pemerintah menargetkan petani bisa panen dalam empat bulan ke depan untuk memulihkan tonase padi yang sempat hilang.
Terkait sarana produksi, Wabup Atika menjelaskan pemerintah sedang mengupayakan usulan bantuan bibit. Namun tingginya antusiasme petani membuat mereka tidak menunggu bantuan.
“Laporan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) menyebutkan masyarakat sudah berinisiatif swadaya memulai persiapan tanam, termasuk perendaman benih padi. Kita sambut baik inisiatif mandiri itu sebagai bukti masyarakat siap kembali bersawah,” ujar Atika.
Selain Tanggaposi, pemerintah saat ini mengawasi rehab di wilayah Nagajuang yang masih tahap perbaikan. “Normalisasi irigasi di wilayah tersebut diperkirakan selesai kurang lebih satu minggu lagi,” katanya.
Wabup Atika menegaskan pentingnya sistem irigasi optimal agar tidak mengganggu musim tanam. Ia meminta setelah masa perbaikan selesai, tidak ada lagi pekerjaan konstruksi yang menghalangi atau berisiko merusak lahan persawahan warga.
Atika juga mengapresiasi Kementerian Pertanian, Kodam, Universitas Sumatera Utara (USU), pemerintah desa, serta seluruh pihak yang berkolaborasi memulihkan sektor persawahan.
Di akhir arahannya, Atika mengimbau masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. Tumpukan sampah bisa menyumbat irigasi, memicu banjir, serta berdampak buruk bagi lingkungan dan areal persawahan.
Reporter: OD 29







