Aceh  

Isu Pencemaran Laut di Pelabuhan, Ka. Teknik KSU Tiga Manggis Angkat Bicara

Biji besi ditumpuk di pelabuhan

ACEH SELATAN | Pjs. Kepala teknik tambang KSU Tiga Manggis, Jihar Firdaus ST akhirnya angkat bicara terkait adanya dugaan pencemaran lingkungan laut di sekitaran Pelabuhan Tapaktuan yang bersumber dari material tambang bijih besi di pelabuhan Tapaktuan.

Jihar Firdaus ST melalui melalui Humas PT Pinang Sejati Utama (PSU) kepada orbitdigitaldayli.com, melalui hp menyebutkan tumpukan bijih besi yang berada di pelabuhan kelas III Tapaktuan tersebut merupakan hasil tambang yang pengolahannya tanpa bahan kimia sama sekali baik sianida maupun bahan kimia lainnya.

“Bijih besi tersebut sambungnya mengalami beberapa tahapan dimulai dari proses penambangan, crusher, pencucian (Washing), Sepataror magnet (pemisahan magnetit dan Hematit) yang kemudian di angkut dari lokasi Stokpile Tambang KSU Tiega Manggis menuju stockpile Desa Paya Atek Kecamatan Pasie Raja Kabupaten Aceh Selatan untuk proses Penambangan dan baru diangkut ke Pelabuhan Tapaktuan untuk proses pengapalan (bongkar /muat).

Barang bijih besi sambungnya, sudah memiliki izin usaha pertambangan (IUP) operasi produksi KSU Tiega Manggis Dengan nomor 540/DPMPTSP/1687/IUP-OP1./2020.

“Proses pengolahan bijih pada IUP operasi Tiega Manggis menggunakan metode fisika tanpa bahan kimia,” tuturnya.

Kedepannya tempat penyimpanan nantinya bijih besi yang berada di pelabuhan kelas III Tapaktuan tersebut akan dirobah sistim penumpukan, ditempatkan di area tertutup dengan menambahkan alat penutup atas-bawah dengan sistim membungkus bagaikan kue lepat, imbuhnya.

Dengan tertutup tumpukan material biji besi tersebut jelas jelas untuk mengurangi interaksi langsung bijih besi dengan air hujan agar dampaknya tidak mengalir lagi ke laut,” pungkasnya.

Reporter : YUNARDI.M.IS