AcehHukum & Kriminal

Jaksa Tuntut Dua Pembunuh Gajah Bunta 4,5 Tahun Penjara

Aceh Timur-ORBIT: Sidang pembunuhan “Bunta” seekor gajah jinak, kembali di gelar di Pengadilan Negeri Idi, Aceh Timur.

Informasi dihimpun hingga Rabu (19/12/2018), dalam persidangan yang diketuai oleh Hakim Ketua Irwandi SH itu mendengarkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan disaksikan oleh Penasehat Hukum terdakwa Indra Kusmeran SH.

Jaksa Penuntut Umum, Fajar Adi Putra SH dan Cerry Arida SH dalam amar tuntutannya meminta hakim mengganjar 2 terdakwa dengan hukuman penjara selama 4 tahun 6 bulan.

“Ya, tadi kami sudah membacakan penuntutan untuk dua terdakwa atas nama Amiruddin, dan Alidin, di mana masing-masing mereka kami tuntut pidana 4,6 tahun penjara, dan subsidier Rp1 miliar, yang mana jika tidak dibayar, maka diganti dengan 6 bulan kurungan,” ungkap JPU Fajar Adi Putra SH, dan Cherry Arida SH kepada wartawan seusai sidang, kemarin.

Selanjutnya, sidang ditutup dan dilanjutkan dengan agenda pembelaan dari terdakwa. Penasehat hukum terdakwa Alidin, Indra Kusmeran SH, mengatakan, pihaknya akan melakukan pembelaan semaksimal mungkin pada sidang selanjutnya.

“Kita akan mengkaji kembali unsur-unsur yang terkandung dalam tuntutan JPU, karena saat kejadian pembunuhan Bunta itu, klien kami tidak ada di lokasi pembunuhan, tapi dia (Alidin) sedang mengambil madu dengan rekan-rekan lainnya,” ungkap Indra Kusmeran, seraya menyebutkan, pihaknya juga sudah menghadirkan dua saksi meringankan pada sidang sebelumnya.

Sebelumnya diketahui, awal Juni 2018 lalu dunia konservasi dikejutkan dengan matinya seekor gajah jinak secara tragis di CRU Serbajadi Lokop, Aceh Timur. Kematian hewan dilindungi ini sempat menuai kecaman publik dari LSM, tokoh masyarakat hingga Gubernur Aceh. On-Ard

Komentar Facebook

Artikel Terkait