Medan  

Jangan Ada Lagi Pungutan Liar di Sekolah Sumut

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution (tengah) menyerahkan Surat Keputusan Penugasan kepada 248 kepala sekolah jenjang pendidikan SMA/SMK/SLB Negeri se-Sumut, di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut

MEDAN | Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mengingatkan para kepala sekolah di wilayah Sumut agar jangan ada praktik pungutan liar (pungli) di lembaga pendidikan yang dipimpinnya.

“Tidak ada lagi pungli-pungli, tidak ada lagi anak yang terbebani pendidikannya karena biaya,” kata Bobby dalam penyerahan Surat Keputusan (SK) penugasan kepada 248 kepala sekolah jenjang SMA/SMK/SLB Negeri se-Sumut di Kantor Gubernur Sumut, Senin.

Selain itu, Bobby meminta para kepala sekolah untuk memahami manajemen keuangan, sehingga tidak ada lagi kasus-kasus keuangan di sekolah di wilayah Sumut.

Gubernur juga menginstruksikan Dinas Pendidikan Provinsi Sumut agar mengelar pelatihan manajemen keuangan di sekolah, baik SMA, SMK maupun SLB Negeri se-Sumut.

Seblumnhya pada Senin (8/9/2025), Kejaksaan Negeri Belawan, Sumatera Utara, telah menahan dua kepala sekolah, yakni Reny Agustina selaku Kepala SMA Negeri 16 Medan atas dugaan korupsi dana bantuan operasional sekolah (BOS) tahun anggaran 2022 hingga 2023 di Medan, Senin, (8/9/2025).

Kemudian, pada Selasa (9/9/2025), Renata Nasution selaku mantan Kepala SMA Negeri 19 Medan atas dugaan tindak pidana korupsi dana BOS tahun anggaran 2022 hingga 2023 di Medan.

“Ini saya minta manajemen keuangan dana bantuan operasional sekolah di sekolah masing-masing, tolong dipergunakan sebaik-baiknya, selurus-lurusnya, baik BOS reguler maupun BOS secara provinsi,” tegas Bobby.

Perlu Peningkatan

Pihaknya juga menargetkan bahwa pada 2029 seluruh SMA, SMK, dan SLB Negeri di Sumatera Utara digratiskan biaya sekolah guna mengurangi beban peserta didik.

Bahkan, tutur Bobby, target biaya sekolah gratis tersebut diharapkan bisa dipercepat dengan dimajukan paling lambat tahun ajaran 2027/2028.

“Target kita 2029, seluruh sekolah di Sumut harus sudah bisa gratis. Tahun ini selain di Nias, kita tambah lagi lima di daerah terdampak bencana, jadi harusnya bisa maju lagi. Karena sudah ditambah, jadi bisa maju di 2027 atau 2028,” ujar Bobby.

Menurutnya, kualitas siswa di wilayah Sumut masih perlu terus ditingkatkan lagi karena tercermin dari nilai penerimaan mahasiswa baru di universitas, dan hasil tes kemampuan akademik (TKA).

“Maka tim pengajar, guru-guru semua harus bisa memahami dan mengetahui mekanisme belajar agar nilai average rendah di Sumut bisa meningkat,” kata Bobby.

Dia juga memberikan pesan agar kepala sekolah bekerja dengan baik serta menjalankan seluruh target maupun capaian visi misi Pemerintah Provinsi Sumut.

Gubernur Sumut Bobby Nasution menyerahkan SK penugasan kepada 248 kepala sekolah terdiri atas 161 kepala SMA, 80 kepala SMK, dan tujuh kepala SLB Negeri se-Sumut.

“Selamat bertugas. Mudah-mudahan tanggung jawab yang diberikan membawa kebaikan bagi anak didik,” tutur Bobby. Ant