Sumatera Utara

Jelang Ramadan, Pemakaman Ramai Dikunjungi Peziarah

Kisaran–ORBIT: Menjelang bulan suci Ramadan, tradisi nyekar atau ziarah kubur menjadi kegiatan rutin sebagian umat muslim. Hal tersebut terlihat dari mulai banyaknya warga yang berziarah di sejumlah Tempat Pemakaman Umum (TPU)di  Kisaran.

Selain mendoakan keluarga mereka yang telah tiada, tradisi nyekar juga dimanfaatkan untuk merawat dan membersihkan makam yang lama tak dikunjungi.

Banyaknya warga yang datang untuk berziarah, membuat kunjungan ke tempat pemakaman umum meningkat dua kali lipat. Jika pada hari biasanya tempat pemakaman umum tampak sepi dari peziarah, kini justru padat oleh peziarah yang datang tidak hanya dari dalam daerah, namun juga luar daerah.

Samsul (54), salah seorang petugas kebersihan di TPU (Tempat Pemakaman Umum) di Kisaran mengatakan, masyarakat yang melakukan ziarah kubur atau memasuki bulan Ramadan 2018, mulai terasa sejak beberapa hari ini.

“Terjadi peningkatan kunjungan warga ke makam sejak Minggu kemarin hingga hari ini,”ujarnya saat ditemui Orbit, Selasa (15/5/2018).

Menurutnya, warga yang datang selain untuk melihat kondisi makam keluarga, membersihkan dan berdoa, juga memperbaiki. “Setiap tahun kondisi makam pasti ada kerusakan, atau nisannya yang pudar. Peziarah biasanya datang membersihkannya,” tuturnya.

Annas (28) salah seorang warga Kelurahan Mutiaran Kisaran yang menetap di Medan datang berziarah mengatakan bahwa menjelang bulan Ramadan waktu yang tepat untuk nyekar ke makam orang tuanya.

“Selain sudah menjadi kebiasaan (tradisi), ziarah kubur juga meningkatkan keimanan kita dan ingat akan kematian,” ujar Anas.

Selain untuk mendoakan kedua orang tuanya, menurut Anas, kegiatan ziarah kubur setiap menjelang Ramadan juga untuk memeriksa kondisi makam orang tuanya.

“Selain berdoa, tentunya membersihkan dan juga sekaligus membayar infaq di pekuburan ini karena khawatir bila tidak dirawat makamnya akan cepat rusak,” katanya.

Meningkatnya jumlah pengunjung di sejumlah TPU di Kisaran, ternyata berdampak pada pendapatan juru parkir dan penjual bunga disekitar lokasi makam. Untuk setiap sepeda motor yang diparkir dipungut antara Rp2.000 hingga Rp3.000.

Sejumlah pedagang bunga dan air, mengatakan bahwa sejak Minggu kemarin dapat meraup rezeki yang lumayan dari dagangannya.

“Kalau hari-hari biasa paling bisa terjual tiga hingga tujuh bungkus bunga, tapi sejak kemarin bisa menjual sampai 30 sampai 50 bungkus,” ujar Mala, salah seorang penjual bunga di sekitar makam.

Tradisi ziarah kubur dengan puncak kepadatan sore hari tampak di TPU di Jalan Diponegoro Kisaran, bahkan di TPU tersebut sempat menghambat antrian lalu lintas oleh kendaraan warga pengunjung yang diparkir di badan jalan. Od-Her

Komentar Facebook
Menampilkan Lebih Banyak

Artikel Terkait