Kamp 13 Bukber dan Santuni Anak Yatim di Mushala Nurul Iman

Puluhan anak yatim mendapat santunan berupa uang, pakaian dan sembako dari donatur

DELISERDANG | Sebanyak 30 anak yatim mendapat santunan dari Hamba Allah yang dibagikan di Mushola Nurul Iman Kamp 13, Jalan Medan – Binjai, Desa Mulyorejo Kecamatan Sunggal Kabupaten Deliserdang, Minggu (24/03/2024), dilaksanakan sekaligus berbuka puasa bersama.

Acara yang dilaksanakan tersebut berlangsung sdangat sederhana tetapi meriah luar biasa, masyarakat hadir memeriahkan buka bersama dengan suka cita bersama menjamu para anak yatim, bahkan dengan membawa makanan masing masing dari rumah sebagai wujud kebersamaan.

Pihak BKM Mushala Nurul Iman melaksanakan acara tersebut berkat dukungan masyarakat sekitar yang selalu kompak, apalagi didukung dengan donatur yang memberikan sebagian rejekinya untuk diberikan kepada para anak yatim, sehingga acara menjadi lebih hidup.

Informasi diperoleh dari warga sekitar menyebutksan, setiap tahun acara seperti ini dilaksanakan dengan melakukan urunan setiap warga, tetapi tahun ini agak berbeda karena ada warga yang ikut memeriahkannya dengan menyantuni anak yatim yang ada di sekitar mushola desa tersebut.

“Ini sungguh luar biasa dan kita mengucap Alhamdulilah karena masih diberi semangat oleh Allah dalam melaksanakan kegiatan dan bisa melaksanakan ibadah di bulan Ramadan ini dengan baik,” kata Indra Gunawan sebagai perwkilan dari Ketua Azhari.

Suasana berbuka bersama di Kamp 13 Mushala Nurul Iman Meriah

Menjaga Kekompakan

Menurut Indra, inilah rejeki hari ini yang diberikan Allah kepada kita semua dan kepada para anak yatim diharapkan tidak berkecil hati karena tidak memiliki orang tua, tetapi anggaplah kami kami ini sebagai orang tua kalian, sebut Indra.

“Sebagai hamba Allah hendaknyan kita selalu bersyukur atas apa yang diberikan, apa lagi di bulan puasan ini perbanyaklah sedekah agar apa yang kita miliki menjadi lebih bermanfaat dan mendapat berkah dari Allah Swt,” tambah Indra yang juga sebagai pengurus mushala Nurul Iman di Desa Mulyorejo Kamp 13 Sunggal tersebut.

Donatur yang tidak mau disebutkan namanya tersebut memberikan bingkisan kepada para anak yatim berupa uang, pakaian, sembako dan sebelum berbuka dibawa jalan – jalan sore untuk menghibur mereka yang selama ini mungkin memiliki keterbatasan dana untuk bepergian.

Seperti dikatahui, istilah Kamp 13 merupakan sebutan populer sejak lama di desa tersebut. Asal mula istilah itu menurut seorang tokoh masyarakat sekitar yang juga relawan sosial, Sri Rejeki, karena Desa Mulyorejo Kecamatan Sunggal Kabupaten Deliserdsang itu berada di Kilometer 13 Ruas Jalan Medan – Binjai.

Warga Kamp 13 selalu kompak dalam berbagai hal untuk kebaikan bersama

Sejak dulu warga menyebutnya dengan Kampung 13 dengan disingkat Kamp 13. Hingga kini istilah tersebut masih melekat kepada warga sekitar terutama bagi mereka yang tinggal di Dusun IX Jalam Bersama, Desa Mulyorejo Sunggal Derliserdang/Jalan Medan – Binjai.

Masyarakat desa tersebut dihuni berbagai suku atau multi etnis, namun kebersamaannya sangat erat satu sama lain. Antar warga saling menghormati dan bekerja sama dalam hal hal kegiatan sosial.

Yang paling unik lagi di desa tersebut menurut Sri Rejeki, masyarakatnya tidak usil satu sama lain tetapi dalam hal kegotongroyongan dalam kemasyarakatan selalu bersatu dalam penyelesdaiannya dan selalu menjaga kekompakan. OR – 07