Menindak lanjuti kunjungan Bupati Karo Terkelin Brahmana SH bersama tim ke Pradesh Andhra India beberapa waktu lalu, tim Zero Budgeting Natural Farming (ZBNF) dari Kemenko Kemaritiman RI dan Kepala Balai Pemgkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumut kunjungan kerja ke Karo, Kamis (23/5).
Kehadiran rombongan tim ZNBF di kabupaten Karo, disambut langsung Terkelin Brahmana didampingi Kadis Pertanian Sarjana Purba SSTP dan Sekertari Ir Munarta Ginting.
Di kesempatan itu, Kepala Balai Penelitian Tanaman Sayuran Kementerian Pertanian yang masuk dalam tim Kemenko Kemaritiman Dr Ir Catur Hermanto dan Kepala BPTP Sumut dr Hadijah Lubis mengaku, pihaknya ditugaskan Kemenko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan melakukan kunjungan ke beberapa kabupaten di Sumatera Utara, salah satunya n karo.
“Kegiatan ini sebenarnya sebagai tindaklanjut bahwa Pemkab Karo sudah pernah menimba ilmu pertanian berbasis non anggaran di Pradesh Andhra India pada Maret 2019 lalu,” ujarnya.
“Untuk itulah, kami datang dan ingin melihat apakah program ZBNF(pertanian berbasis nol anggaran) sudah ada diterapkan di Karo sejak dulu, atau sama sekali belum ada. Karena menurut pandangan saya bisa saja istilah yang berbeda tapi sistem penggunaan ZBNF sudah terlaksana di daerah ini,” ucap Catur Hermanti.
Di awal penjajakan, ternyata Karo termasuk salah satu pilot project sejenis penggunaan ZBNF, namun satu hal kekurangan daerah ini, belum memiliki toko ZNBF.
Fungsi toko ini sebagai tempat mencari informasi bagi petani, sekaligus pemasaran dan promosi komoditas hasil dari penggunaan ZBNF atau sejenisnya, agar masyarakat luas Indonesia maupun luar negeri tahu bahwa Pemda Karo, bagian dari pengelolaan ZBNF sukses.
Menyahuti masukan tim ZBNF, Bupati Karo Terkelin Brahmana mengucapkan trimakasih atas kesediaan rombongan ZBNS berkunjung ke wilayah Kabupaten Karo.
“Ke depan kami akan segera mencari lahan untuk dijadikan shop (toko) sebagai Centre Zero Budget Natural Farming sekaligus ajang pemasaran dan promosi hasil pertanian,” tandasnya.
Sementara Kadis Pertanian Sarjana Purba SSTP mengatakan, Kabupaten Karo sebenarnya sudah ada sejak dulu melakukan program ZBNF, namun penggunaan istilahnya bebas zat kimia (low budget).
“Buktinya program mirip ZBNF telah diterapkan melalui Dinas Pertanian Kelompok Harapan Tani di Desa Jaranguda komoditi wortel, sawi dan bit serta Kelompok Tani Talim Purba desa Rumah kabanjahe komoditi kubis,” tambahnya.
“Dalam waktu dekat ini dinasnya akan mencari lahan /lokasi sesuai saran Bupati Karo guna a dijadikan sebagai Center Shop ZNBF, agar petani dapat belanja hasil produk pupuk bebas zat kimia,” tuturnya.
Selanjutnya, Sekretaris pertanian Munarta Ginting mengemukakan setelah pertemuan singkat dengan Bupati Karo ini, kita akan pandu rombongan ZBNF untuk menjajaki lahan lokasi yang kita sudah siapkan sejenis program ZBNF di kelurahan kampung dalam kec. Kabanjahe seluas 2000 meter, meliputi tomat, cabai dan sayur pait.
“Ini sangat perlu agar rombongan ZBNF dapat melihat secara langsung program sejenis ZBNF sudah diterapkan dan hasil komoditi juga sangat memuaskan, apalagi kab. Karo ke depan akan dijadikan pilot project,” pungkasnya. Od-23







