Hukum & Kriminal

Kasus Korupsi e-KTP Tak Berhenti di Novanto

Ketua KPK Agus Raharjo memastikan penyelidikan kasus korupsi e-KTP tidak hanya berhenti pada Setya Novanto. KPK memastikan seluruh fakta persidangan akan dicermati dan ditindaklanjuti.

“Untuk pengembangan pada pelaku lain, segera kami cermati fakta-fakta sidang. Tentu seperti yang pernah disampaikan, kasus ini tidak akan berhenti kepada SN saja,” kata Agus kepada wartawan, Selasa (24/5/2018).

Agus menambahkan pihaknya juga akan menindaklanjuti soal indikasi tindak pidana pencucian uang yang dilakukan Novanto. Dia memastikan kasus itu akan diusut tuntas.

“Sejak tuntutan diajukan kami sudah sampaikan, jika ada bukti yang kuat adanya upaya penyamaran uang hasil korupsi tentu akan diproses,” tegasnya.

Agus juga menyampaikan apresiasinya terhadap putusan hakim terhadap Novanto. Apalagi tuntutan soal uang pengganti senilai USD 7,3 juta dan pencabutan hak politik selama 5 tahun dikabulkan hakim.

“Apresiasi terhadap putusan hakim karena tuntutan KPK tentang uang pengganti dan pencabutan hak politik dikabulkan, meskipun ancaman hukuman masih selisih 1 tahun,” terangnya.

Novanto dihukum pidana 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan. Hakim menyatakan Novanto terbukti mengintervensi proses penganggaran serta pengadaan barang dan jasa dalam proyek e-KTP.

Selain dihukum 15 tahun penjara, Novanto juga diminta membayar uang pengganti sebesar USD 7,3 juta dikurangi Rp 5 miliar yang telah dikembalikannya. Selain itu hak politik Novanto dicabut untuk 5 tahun setelah Novanto menjalani masa pemidanaan. dtc

Komentar Facebook
Menampilkan Lebih Banyak

Artikel Terkait

Back to top button