Kasus Mantan Kapolsek Payung Terjerat Narkoba Semakin Terbuka

oleh -246 views


TANAH KARO – Pengadilan Negeri (PN) Kabanjahe kembali menggelar sidang lanjutan kasus narkotika jenis sabu dengan terdakwa mantan Kapolsek Payung, Polres Tanah Karo, Samson Susaei Sembiring, Rabu (12/8/2020).

Sidang tersebut beragendakan pemeriksaan saksi perbalisan atau saksi yang meringankan yang didatangkan oleh Kuasa Hukum Samson Susaei Sembiring dari kantor Ringkas Bangun SH & Rekan.

Kuasa Hukum terdakwa Ringkas Bangun SH menghadirkan tiga orang saksi yaitu Samson Meliala warga Desa Tiganderket, Sopian Aswan Sembiring (Adik kandung terdakwa) dan Wina Wartiati Siregar (Istri terdakwa).

“Hari ini kita hadirkan tiga orang saksi yang meringankan. Dimana satu orang saksi yang bernama Samson Meliala akan menerangkan bahwa dia kenal dengan yang namanya Brone, sebagaimana yang diterangkan oleh satu orang saksi pada saat dilakukan penangkapan itu yang bernama GB,” kata Ringkas.

Selanjutnya, saksi Sopian Aswan Sembiring (Adik kandung terdakwa) yang akan menerangkan bahwa uang yang dijadikan barang bukti dalam kasus ini adalah uang jemaah saksi yang dititipkan oleh saksi kepada terdakwa sebesar Rp5 juta pada saat akan pergi umroh.

Kemudian, Wina Wartiati Siregar (Istri terdakwa) menerangkan bahwa pada menerangkan bahwa pada hari Sabtu tanggal 28-12-2019, dirinya dan anak-anak terdakwa berangkat naik angkot menuju kota Berastagi, berencana membawa anak-anak berlibur bersama terdakwa Samson Susaei Sembiring.

Kembali ditegaskan Kuasa Hukum terdakwa bahwa pada intiya berita acara pemeriksaan saksi pada waktu tahap penyidikan banyak yang saling tidak berkaitan.

Dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dinilai tidak sesuai dengan fakta-fakta hukum sebenarnya. Karena dalam dakwaan ini, terdakwa (Samson Susaei Sembiring) dijadikan sebagai terdakwa hanya berdasarkan keterangan dan pengakuan dari seseorang yang bernama DK. Dan sampai saat ini tidak ada dilaksanakan pemeriksaan urine terdakwa.

“Semua ini hanya berdasarkan keterangan DK. Dan sama sekali tidak pernah dilakukan tes urine. Kita mengacu pada bukti tertulis, karena tes urine ini merupakan satu bukti yang sifatnya tertulis. Kalau hanya kata-katanya saja, di dalam hukum itu tidak sah,” tegas Ringkas kepada sejumlah wartawan.

Oleh karena itu, Ringkas berharap Hakim Pengadilan Negeri Kabanjahe agar benar-benar memutus perkara ini sesuai dengan yang seadil-adilnya. Karena banyak dakwaan yang tidak sesuai dengan fakta hukum yang sebenarnya.

“Termasuk klein saya disebutkan ada terima uang sebesar Rp30 juta, itu saya bantah. Dan saya berharap nantinya putusan yang seadil-adilnya dari Hakim,” kata Ringkas Bangun SH.

Reporter: David Kaka