AcehHukum & Kriminal

Kejari Abdya Bidik Tersangka Baru di Proyek Pengadaan E-Learning

Abdya-ORBIT: Kejaksaan Negeri Aceh Barat Daya (Kejari Abdya) kini terus mengupayakan pengungkapan kasus korupsi proyek pengadaan E-Learning (TIK) sarana SD/SMP/MTsN/ di Disdik setempat TA 2015 bersumber dari dana Otsus senilai Rp1022.000.000.

Pascapelimpahan tahap I dengan dua tersangka, yakni S (45) selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) merangkap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Dinas Pendidikan Abdya dan D (38) selaku pejabat pengadaan dalam paket tersebut, Kejari Abdya memprediksi target tersangka selanjutnya dari kalangan rekanan.

Kajari Abdya Abdur Kadir SH MH, menyebutkan, berkas pelimpahan tahap II dalam kasus ini sedang diproses penyidik dan besar kemungkinan calon tersangka nantinya dari pihak rekanan proyek tersebut.

Namun, pihaknya belum bisa memberikan gambaran jumlah rekanan yang akan ikut terseret dan menginap ke hotel prodeo nantinya.

“Tahap II sedang dalam proses, dalam waktu dekat akan kami umumkan siapa calon tersangka selanjutnya, besar kemungkinan dari pihak rekanan. Berapa jumlahnya, tunggu saja kabar selanjutnya,” imbuh Kajari, kemarin.

Menurutnya, dalam kasus ini pihaknya memerlukan ketelitian penuh dalam mengungkapkan siapa saja aktor yang dengan sengaja bermain dalam kasus ini. Dalam pelimpahan tahap I, pihaknya baru menetapkan dua tersangka dari pihak pemerintah dan untuk sementara waktu telah dititpkan pada Lapas Klas III Blangpidie.

Sambung Kajari, kasus korupsi yang merugikan negara Rp300 juta lebih yang dibuktikan dengan hasil Audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh.

Dia menagerkat, penanganan kasus itu tuntas tahun ini juga. “Apabila sudah cukup syarat formil dan materinya, siapa tersangka berikutnya  tetap diseret dan ditahan. Pelimpahannya kami tuntaskan dalam tahun ini juga, untuk tuntutannya mungkin Januari mendatang,” pungkasnya. On-07

Komentar Facebook

Artikel Terkait