Kejari Labuhanbatu Terima Berkas MYS Tersangka Korupsi Rp1,3 M

Kasi Intel Kejari Labuhanbatu Firman Simorangkir SH MH saat memberi keterangan terkait dugaan korupsi tersangka MYS. (Foto/Ist)

LABUHANBATU | Setelah hampir 5 bulan lamanya sejak putusan praperadilan mantan Sekda Kabupaten MYS terhadap Polres Labuhanbatu, barulah penyidik Polres Labuhanbatu menyerahkan berkas perkara tersangka MYS ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuhanbatu.

Dalam persidangan sebelumnya, hakim telah menolak seluruh permohonan praperadilan yang dilakukan mantan Sekda Labuhanbatu MYS selaku pemohon terhadap Polres Labuhanbatu selaku termohon dalam sidang pembacaan putusan, Selasa (28/3/2023) yang lalu di PN Rantauprapat.

Hal tersebut dikatakan Kajari Labuhanbatu melalui Kasi Intel Firman Simorangkir SH MH didampingi Kasi Barang Bukti Ardiansyah Hasibuan SH MH diruang kerjanya, Selasa (29/8/2023) sore.

Firman Simorangkir menambahkan, sebelumnya Polres Labuhanbatu telah mengirimkan SPDP tersangka MYS ke Kejari Labuhanbatu pada tanggal 2 Februari 2023 lalu, namun karena MYS melakukan praperadilan terhadap Polres Labuhanbatu akhirnya proses pemeriksaan terhadap tersangka MYS tertunda.

Akhirnya berkas perkara MYS dilimpahkan Polres Labuhanbatu ke kejaksaan pada tanggal 23 Agustus 2023 minggu lalu untuk dilakukan penelitian berkas dan tersangka MYS baru dimintai keterangan oleh penyidik Polres Labuhanbatu sebagai tersangka pada tanggal 21 Agustus 2023, terang Firman Simorangkir.

“Tersangka MYS baru dimintai keterangan pada 21 Agustus 2023 lalu. Kalau dihitung dari pengiriman SPDP sampai pelimpahan berkas ada rentang waktu 6 bulan lamanya,” terang Firman Simorangkir.

Saat ini, sebut Firman Simorangkir lagi, Kejari Labuhanbatu sedang melakukan penelitian berkas perkara tersangka MYS dan akan bekerja secara profesional serta terbuka dan secepatnya akan melimpahkan berkas perkara tersangka MYS ke pengadilan Tipikor kalau memang telah lengkap baik formil maupun materil.

Sebelumnya, Polres Labuhanbatu telah menetapkan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Labuhanbatu MYS sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana pengelolaan uang persediaan senilai Rp1,3 miliar pada tahun anggaran 2017, dimana pengeluaran dana Rp.1,3 miliar tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan pengeluarannya.

Reporter : Robert Simatupang